Senin, 01 Juni 2020 1 komentar

Nangis tanpa sebab? Emang ada?


Assalamualaikum sobat pembaca. Baru bisa nulis dan posting agak malam. Kelelahan habis perjalanan bersama temen lama yang umurnya udah lumayan tua. Setelah nulis ini mungkin tak lama lagi saya kana meninggalkan layar. Karena . . . ngantuk, pengen tidur, hehe.

Oke, apa yang mau kita bahas kali ini sesuai judul. Tentang nangis. Kenapa dan ada apa dengan menangis? Ya nggak apa-apa pengen bahas aja, ide yang lagi dapet tentang itu sih. Gara-gara si anak bocah.

Besok inshaAllah nulis tentang sekolah saya, di mata anak alumni, hehe. Apa itu? Ya besok ya, kita kembali ke bahasan kali ini terlebih dahulu.

Nah, kembali membahas tentang menangis.

Kamu suka nangis? Atau malah hobi bikin orang nangis?

Penyebabnya bahagia atau sedih? Atau malah tanpa sebab?
Tentu setiap orang pernah menangis. Minimal ketika lahir. Yang katanya menangis karena akan merasakan beban berat di dunia ini. Yah katanya lah ya. Siapanya nggak tahu sih…

Menangis tentu juga salah satu cara melembutkan hati, dengan menangis menunjukkan bahwa kita masih memilki perasaan. Dengan menangis berarti kumpulan salah satu bentuk emosi itu ada di dalam diri kita. Lalu, apakah mungkin untuk menangis tiba-tiba dan tanpa sebab?

Jika kita ingin merenung lebih dalam, tentu tidak ada di dunia ini yang terjadi tanpa sebab. Semua hal berjalan tentu ada sebabnya. Karena Allah sudah mengatur semua itu dengan sempurna (cie bijak…)

Oke, jadi kalau menurut saya apakah menangis tanpa sebab itu ada? Hm, tidak lah ya. Meski jawabannya bisa ilmiah, filosofis, romantis, ataupun melankolis, tentu pasti ada penyebab dari setiap apa-apa yang terjadi di dunia ini.

Oke, berhubung tepar dan ngantuk, jadi ada sumber yang sempat saya cari, apakah penyebab menangis tanpa sebab? (kayaknya ada yang janggal dengan pertanyaannya ya), atau istilah yang berhubungan dengan sesuatu yang tentang orang yang menangis? Mari kita baca selanjutnya…

Dari website SehatQ, Menangis tanpa sebab dan tak terkontrol, ada beberapa hal yang memungkinkan hal itu terjadi.

1. Hormon : Wanita dilaporkan lebih sering menangis dibandingkan pria. Hal ini memunculkan teori bahwa hormon mungkin berpengaruh terhadap tangisan seseorang. Sebab, hormon testosteron yang tinggi pada pria diperkirakan bisa mencegah aktivitas menangis. Sebaliknya, prolaktin yang tinggi pada wanita boleh jadi bisa memicu tangisan.

2. Kelelahan : Kemungkinan penyebab menangis tanpa sebab dan tak terkontrol lainnya adalah tubuh yang terlalu lelah. Apabila terus menangis dan tahu bahwa Anda kurang tidur, maka bisa dipastikan segera istirahat menjadi solusinya. Penting untuk diingat, orang dewasa membutuhkan durasi tidur selama 7-9 jam dalam sehari.

3. Sedang hamil : Ibu hamil mungkin akan lebih sering menangis tiba-tiba dan menjadi kondisi yang umum dialami. Perasaan yang mengiringi tangisan tersebut bisa berupa kebahagiaan atau malah kesedihan.

4. Stres dan rasa cemas : Sebenarnya, stres merupakan respons diri yang normal terhadap beragamnya masalah hidup. Hanya saya, apabila terjadi terus-terusan, stres dapat menjadi tanda dari gangguan kecemasan. Rasa cemas tersebut membuat penderitanya lebih sulit menjalani hari dibanding orang kebanyakan.

5. Bipolar : Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem. Untuk sesaat, penderitanya akan merasa sangat bahagia. Namun kemudian, ia bisa menjadi sangat sedih. Bipolar pun bisa memicu menangis tak terkontrol, pikiran yang berjalan cepat, kurang tidur namun tak merasa lelah, hingga halusinasi.

6. Depresi : Depresi merupakan masalah medis dan mental yang ditandai dengan kesedihan, kelelahan, dan kemarahan yang berlebih. Walau rasa sedih menjadi hal yang normal, orang yang depresi akan mengalami kesedihan yang tak bisa dijelaskan selama beberapa waktu.

7. Pseudobulbar affect : Menangis tanpa sebab dan tak terkontrol mungkin juga bisa disebabkan oleh pseudobulbar affect. Kondisi yang disebut dengan labilitas emosional ini juga tak hanya memicu tangisan, namun juga bisa memicu tawa tak terkontrol walau tak ada pemancingnya.

Nah, sudah baca semuanya kan. Yah itu sih Cuma dari satu sumber, sobat semua tentunya bisa mencari sumber yang berjuta-juta dengan mengetikkan dan mengklik di jaringan internet tentang hal tersebut.

So, semuanya ternyata memiliki sebab. Bahkan, ada istilah yang merujuk hal tersebut yaitu hypophrenia. Kurang lebih memiliki makna yang artinya sebuah  perasaan emosional manusia yang sebenarnya merupakan respon terhadap suatu keadaan yang menimpa diri sendiri. Rasa sedih ini menjadi tidak normal karena seseorang dapat merasakan sedih dan tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas. (maaf banget lupa seumbernya L)

Jadi, bisa simpulkan sendiri dan mencari lebih jauh ya kalau yang ingin mengkaji hal ini lebih dalam tentunya.

Segini dulu tulisan kali ini, badan sudah diambang ambruk, mau pergi ke pulau kapuk…

Semoga bermanfaat, Salam kebaikan, dan Salam Tepar, hehe.


Minggu, 31 Mei 2020 0 komentar

Selalu ada yang pertama kali…


Assalamualaikum sobat pembaca, masih ingat pertama kali kamu lahir? Dan tiba-tiba udah sebesar sekarang?

Pertanyaan gaje sih, hehe.


Nah, kita tentu selalu merasakan yang namanya pertama kali ya. Dalam hal apapun itu. Bisa jadi hal pertama itu, menjadi yang pertama dan selanjutnya, atau memang benar-benar pertama dan terakhir. Seperti pertanyaan pertama tadi, lahirnya kita pertama dan terakhir, lalu meninggal.

Hampir setiap orang yang melakukan hal pertama kali mengalami rasa gugup. Entah itu hal baik apalagi hal buruk.

Andai kita mengurutkan semua apa yang dirasakan dari lahir, semua kita mulai dari pertama kali.

Pertama kali lahir tak ada yang ingat bagaimana rasa dan kondisinya.

Pertama kali belajar berjalan, tak ingat berapa kali jatuh lalu berulang kali jatuh sampai akhirnya bisa lari bahkan loncat-loncat dan jungkir balik.

Pertama kali masuk sekolah, takut dengan berbagai hal baru, bingung mau bagaimana, sampai akhirnya ada yang bucin, ada yang cari perhatian, ada yang kepedean, ada yang… yah macem macem lah ya. Sampai sekolah ada yang menjadikannya ketakutan atau memang tempat menyenangkan.

Ada yang pertama kali mencoba menjadi ketua kelas, mengurusi semua hal yang berada di kelas. Sampai pusing dan serba salah dan ingin mundur.

Ada yang pertama kali keluar kota, serba bingung dan takut. Setelah beberapa kali akhirnya ketagihan, apalagi gratis karena ikut organisasi.

Pertama kali menikah tentu memiliki hal yang banyak bikin gundah dan perubahan sana sini. Yang bisa jadi pengalaman, entah akan menjadi pengalaman terakhir menikah, atau memperbaiki diri untuk pernikahan lagi, hm…

Yang pertama kali jadi orang tua. Dari sindrom baby blues sampai sang ayah mulai harus hemat-hemat fulus.

Begitu banyak kejadian di hidup ini yang diawali dengan hal pertama. Yang perlu dilakukan hanyalah menjalani dan mengalaminya. Tak ada yang perlu ditakutkan, itu hanya pikiran sesaat karena belum mencoba melakukan. Namun, akan ada selalu was-was jika pertama kali melakukan keburukan.

Mungkin ada…..

Yang pertama kali mencuri uang orangtua. Jantung berdetak kencang, pikiran tidak tenang, namun semua demi kuota bertahan agar main game online bisa menang.

Yang pertama kali terkagum dengan artis, mau dunia nyata, dunia maya, atau dunia khayalan yang karakternya tak pernah ada. Dari histeris sampai teriak-teriak. Yang berlebihan sampai menangis dan kalau ditegur marah berontak. Yang orang tua terlupakan sampai berjam-jam dikamar scroll info sana-sini sampai waktu makan dipanggil hanya menjawab tidak.

Semua, semua pertama kali ini akan terus hadir dalam hidup. Mau tidak mau, suka tidak suka harus dijalani. Apalgi ketika Negara api sekarang sedang menyerang. Jelas lebih banyak pertama kali yang terjadi. Namun skip lah ya, tidak usah dibahas, sudah banyak yang membahas sih…

Jika yang sudah banyak mengalami “pertama kali” dalam hidup ini, akan terbiasa dengan “pertama kali” yang akan datang di setiap perjalanan kehidupannya. Akan selalu ada perubahan, penyesuaian, perkembangan yang menjadi pertama kali dalam hidup, so, jangan takut untuk memulainya, selama hal itu adalah hal yang berbentuk kebaikan ya.

Jadikan setiap moment pertama kali dalam hidup adalah hal yang memberikan moment tak terlupakan, menyenankan, dan berbekas kenangan yang tidak menakutkan.

Sebagaimana pertama kali mencoba menulis ini, yah mengalir saja, apa yang ada di dalam pikiran dituliskan saja, toh nanti selesai juga. Kalau tidak selesai ya tinggal kasih titik selesai kan, hehe. Salam kebaikan.

Sabtu, 30 Mei 2020 0 komentar

Isi Mimpinya, Anak Murid. . .


Assalamualaikum sobat pembaca. Kembali lagi tulisan ringan kali ini. Seperti biasa membahas hal ringan yang bisa dibaca tanpa menambah beban pilkiran.

Dua bulan menuju tiga bulan libur sekolah secara tatap muka, tentu ada kerinduan kepada canda-tawa, suka-duka, kepada para sholeh sholeha calon penghuni surge. Pertemuan yang terhenti secara tiba-tiba tentu membuat kita banyak meninggalkan kenangan pada pandangan.

Hm… agak melankolis ya kayaknya, he.

Yah, banyak agenda pertemuan yang tertunda. Dimana bercengkrama dan kerjasama dengan anak-anak murid menjadi berwarna. Perpisahan yang batal total, dua agenda mabit yang juga tak lagi menjadi pertemuan yang nyata. Agenda ramadhan dan I’tikaf yang tentu hilang seketika. Serta pembelajaran di dalam kelas yang jelas hilang meninggalkan bekas.

Namun, sekali lagi, mengeluh bukan solusi. Menatap kedepan, kreatif dan menimbulkan inspirasi tentu lebih terpuji dan meninggalkan hal yang lebih melekat di hati.

Semua agenda terbatas video dan WA. Dengan mendadakpun sempat terlaksana juga rapat dengan para beberapa pengurus osis melalui video dan tatap muka. Selebihnya hanya senda gurau melalui teks aplikasi WA.

Lamanya tak bertemu dengan mereka memberikan kesan tersendiri. Bisa dikatakan hampir setiap hari di malam tidur, mimpi yang berjalan diisi dengan para murid-murid ini. Tema mimpi juga beragam, ada yang disekolah, bahkan yang semalam sampai posisinya dirumah.

Di satu bulan pertama, ada satu minggu bahkan hampir setiap harinya mimpi yang isinya anak murid. Tentu sekarang tak ingat lagi apa-apa saja mimpinya. Namun masih ada beberapa yang menempel. Bahkan unik-unik. Apakah ini bentuk kerinduan? Hehe

Jika harus bercerita singkat, teringat dari mimpi yang kali ini isinya semua anak talamidz. Ceritanya mimpi pertandingan bola atau futsal gitu sih. Bertanding di lapangan yang entah dimana. Sampai beberapa babak. Efek setiap agenda classmeeting atau hari besar sekolah, para anak lanang ini requestnya bola teroos.

Lalu ada juga mimpi dimana sekolah sedang dibangun. Meski dengan posisi yang beda namun cukup mewah. Terlihat sekolah sedang dibangun beberapa lantai, dan anak-anak juga sudah mulai masuk sekolah. Ada anak yang sedang diluar kelas yang dihukum dijemur kalau tidak salah. Ada juga yang sedang dikelas.

Ada yang sedang dihukum karena tidak menggunakan jilbab dengan benar, akhirnya disuruh pakai jilbab lebih rapi. Lucu juga, karena dikelas ini kelas 7 dan 8 digabung. Bahkan ada dua anak yang memakai gaun gamis putih dan biru saking menutup hijabnya. Ini kelas 8 yang katanya saudara kembar beda ibuk, hayoo ada yang mau tebak siapa, hihi.

Nah, beberapa hari lalu mimpi yang cukup unik juga. Di sebuah mushola dan kelas tiba-tiba datang angkatan 3-5, dimana di dominasi dengan para murid di angkatan 5, yah karena mereka yang paling banyak dibanding dua angkatan lainnya mungkin ya. Datang berombongan, ada yang bawa kamera, ada juga yang main, dan salah satu anak angkatan 5 yang bawa busur panah. Karena pernah bilang ikut ekskul panahan kali ya, hehe.

Ada juga mimpi sekilas ada kelas 7 dan 8 yang diawasi main lempar-lemparan. Dan semalam, malah salah satu anak kelas 7 laporan absen kelas kerumah, sambil mencibir bercanda. Lalu memijit salah satu rekan guru. Kali ini lokasinya dirumah. Haha, tiba-tiba aja nih.

Masih banyak tentunya beberapa kejadian lain yang tentunya mimpi-mimpi berisi anak murid. Guru-gurupun juga. Belum si eneng kelas 8 yang tiba-tiba tinggi banget, lalu si ponakan, ada juga di kelas lagi belajar pramuka sama bapak pramuka sekolah. Hehe, hampir komplit semua agenda sekolah lah ya. Belum flashback dalam mimpi para angkatan 6 yang lulus tanpa jejak kali ini.

Begitulah, sekelumit mimpi yang diisi para warga sekolah. Apakah malam ini akan menjadi mimpi lagi diisi oleh mereka? Hehe, yang penting nikmati saja, dan mereka semua sehat.

Yuk, tetap berdo’a dan saling mendo’akan semuanya. Salam kebaikan.

Jumat, 29 Mei 2020 0 komentar

Bingung darimana, Ya Udah tentang sekolah aja.


Assalamualaikum sobat pembaca sekalian. Sudah dari tanggal 13 maret yang biasanya gerak kesana kemari, langsung bergerak dirumah aja sendiri. Yah mesti nggak semua aspek juga sih. Ah, kalau bahas ini sudah pusing dan mumet kali ya. Sudah banyak ahli sana sini dengan berbagai teori memberikan semua saji yang kita lahap sampai tak tertelan lagi.

Lantas apa yang mau saya bahas kali ini, apa yang dekat dengan saya saja. Berhubung tulisan terakhir desember 2019 lalu, jika masih banyak yang kurang sana sini mohon dimaklumi ya. Mau mencoba kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan ringan, receh, atau mungkin gaje. Yang penting menulis aja lah ya, hehe. Yang mau berselancar dengan tulisan-tulisan ringan saya di blog ini silahkan ya.

Oke, kembali ke tulisan yang ingin saya bahas kali ini. Tentang sekolah.

Kenapa sekolah, ya karena sekarang saya mengajar di sekolah, dan ini hal yang paling terasa selama stay at home dalam dua bulan lebih ini. Mengajar di salah satu SMP Swasta di Kota Bengkulu selama tiga tahun terkahir ini tentu banyak pembelajaran yang paling terasa dilaksanakan. Meski mungkin posisi status yang bukan tinggi disekolah, namun ilmu itu didapat dari learning by doing selama pembelajaran.

Bahkan untuk sekarang-sekarang teman komunikasi paling banyak didominasi anak murid dan wali murid. Sampai wali murid yang anaknya belum masuk, hehe. Di setiap komunikasi itu selalu mencari celah pembelajaran oleh para orangtua yang tentunya lebih berpengalaman dari segala sisi. Saya hanya memiliki secuil hal yang dimiliki dalam membantu anak-anak mereka. Berbeda dengan para orang tua yang darah daging semua sudah tercurahkan.

Maka, kadang merasa tidak enak yang besar ketka para ananda atau anak walimurid ini lebih mengikuti kata gurunya. Sering sekali kutipan seperti ini terlontar. Namun, hal itu jadi peluang untuk menjadi orangtua kedua bagi para murid. Menyamakan suhu dengan para orangtua, ketika mereka mencurakan beberapa bagian hidupnya kepada kita, apa yang diajarkan dan disampaikan jadi tidak beda jauh dengan apa yang dirasakan di rumah mereka.

Lantas, semua itu berubah ketika Negara api menyerang, #Cirini (Bahasa anak-anak sih gitu)
Yups, dua bulan lebih beradaptasi dengan semua perubahan mendadak dimana harus menolah semua pembelajaran dengan online. Adaptasi dengan aplikasi, keisapan kesigapan dan kematangan dalam melaksanakannya. Kerjasama antara orangtua – Guru – terutama murid sangat diperlukan. Miskomunikasi di satu sampai dua minggu awal tentu hal yang wajar. Karena perubahan ini perlu proses agar terbiasa, tidak seperti power ranger, tinggal bilang Henshin berubah deh dan punya kekuatan.

Dari tidak semua ananda yang memiliki fasilitas smartphone, atau gantian dengan orangtua yang juga mau kerja. Tidak semua ada laptop, dan tidak semua juga bisa mengoperasikan aplikasi pembelajaran yang ada dengan seketika. Gurupun jika mau disatukan suhu tentu ada yang bisa ada yang tidak, otomatis juga menggunakan yang paling bisa dikuasai untuk digunakan dalam proses pembelajaran onlinenya, dan mengakibatkan semua sistem tersedia dengan cara beragam. Di cocok cocokkan ajalah semuanya ya.hehe.

Namun, itu semua kondisi yang membuat kita harus menyesuaikan semuanya. Mau menyalahkan tentu tidak boleh. Semua apa-apa yang terjadi sudah ada ketentuan dan pasti ada hikmahnya. Banyak positif jika berkaca dari sudut pandang yang lain. Dari yang lebih meningkatkan kebersihan diri, menjaga agar tidak asal sentuh, auto tidak salaman dengan yang bukan mahrom, dan hal lainnya.

Kita bisa melihat juga yang lebih peduli dengan orang lain. Siapa yang lebih mengedepankan ego atau simpatinya. Terbuka semua deh sifat kita juga kan. Oke, kita kembali bahas terkait sekolah ya, hehe.

Setelah berjalan dua minggu awal belajar onlen di rumah. Banyak anak-anak yang mulai mengeluh. Rindu sekolah, pusing belajar onlen, dan sebagainya. Dari orangtua pun juga banyak yang memiliki cerita. Harus menjadi guru semua mata pelajaran, menghadapi pertanyaan yang tak tertahankan, dan lain-lainnya.

Para guru tak kalah shocknya dong. Namun terlepas dari itu semua, disini kembali kita memandang hal positifnya adalah bagaimana kita siap menghadapi keadaan dengan semua hal yang dadakan. Sehingga kita tidak menjadi orang yang ketinggalan jaman.

Sekarang kita bisa melihat, peningkatan kasus #Cirini yang semakin melonjak, para dewan atas langit yang entah mau seperti apa, belum lagi para sekitar kita yang masih bandel dengan kepedeannya berkeliaran kemana-mana. Sekarang semua pandangan mulai berubah. Sekolah lebih baik ditunda daripada terjadi apa-apa. Entah benar atau tidak, namun melihat headline salah satu Negara maju yang mencoba sekolah dengan keadaan baru ternyata gagal, dan kembali meliburkan sekolahnya karena ada anak yang terpapar. (koreksi jika salah ya)

Maka dari itu, sebagai salah seorang guru, juga berpendapat bahwa lebih baik berpisah sementara daripada berpisah selamanya. Tak apa mundurkan tahun ajaran baru satu semester, daripada masuk bikin semua pihak keteter. Bersabarlah dan mulai kreatif. Disini keluarkan semua ide dan inisiatif. Namun hanya bisa berpendapat dan menuliskan saja. Apapun keputusan dan kebiajakan atas semua yang ada, akan diikuti nantinya.

Dan dibagian terakhir ini, luaskan pandangan dan pikiran. Salah satunya bersiap dengan karya berikutnya yang inshaAllah akan saya proses terbit. Doakan ya, hehe. Kalau ada rezeki minimal satu judul buku maksimal dua judul buku. Kalau tahun ajaran baru ternyata tetap dilanjutkan juli ini, minimal satu judul buku, kalau ternyata diundur tahun depan  semoga bisa dua judul buku. Katanya kalau ide tidak disampaikan nanti hanya tersimpan saja, jadi saya sampaikan semoga banyak yang mengirimkan doanya, hehe.

So, untuk semua ayah bunda ananda dan semua guru seindonesia. Mari kreatif, banyak inisiatif, dan pinter-pinter otaknya diputer untuk nambah insentif (ups, hehe). Mari cerdaskan anak bangsa dengan segala cara dan jangan lupa selalu kirimkan doa. Salam kebaikan.

Selasa, 31 Desember 2019 0 komentar

Hati-Hati Pahalanya Ditransfer...



Salam semuanya Alhamdulillah Allah memberikan kekuatan untuk keberkahan kita semua dengan baik dan aman. Namun apakah sudah yakin semua yang kita lakukan sudah menjadi aman dan nyaman. Apakah semua pahala ibadah yang kita lakukan sudah menjadi pahala kita seutuhnya?

Kok bisa seperti itu, apakah berarti pahala dari semua ibadah yang kita lakukan tidak ada gunanya? Ya... Bisa jadi lho...

Ini yang mungkin menjadi penyebabnya.

Mencela orang lain. Hal sepele ini sering kita lakukan terlebih dalam kondisi yang sedang tidak kita sadari. Ketika berjalan, lewat depan rumah orang, berkeliling ketika wisata, mulut ini memang tidak terkendali untuk sekedar nyeletuk kesana kemari.

Betapa mudah kita yang hanya merasa sudah baik dan mengerjakan ibadah dengan benar mengatakan mereka yang mungkin bahkan lebih baik dari kita. Apakah pernah ketika kamu sudah melaksanakn sholat tarawih, melihat orang diluar yang hanya lewat, dan langsung mengatakan iman mereka kurang karena tidak melaksanakan sholat tarawih?

Saat itu juga pahala tarawih kamu akan ditransfer, kepada orang yang kamu cela tadi.

Kita tidak tahu mungkin orang yang kita cela tadi melakukan sholatnya secara munfarid dan dilakukan di pertengahan malamnya. Belum melakukan saja sudah mendapatkan pahala sholat kita, ditambah sholat yang akan dilakukannya lagi nanti malam, menjadi dua kali lipat dong. Lha kita? Udah sholatnya belum tentu banyak pahalanya, eh ditransfer dengan orang yang kita cela.

Sungguh kehati-hatian ini sangat perlu dijaga untuk menjadikan diri kita terus mempertahankan kebaikan iman dan islam yang ada pada diri.

Sebuah cerita dari seorang ustadz kondang, yang dia sendiripun kapok akhirnya menegur orang. Tibalah disebuah masjid. Dilihatnya seorang bapak yang duduk diam. Dilihat sekelilingnya semua memegang msuhaf membaca ayat-ayat Allah, hanya bapak itu yang duduk sambil menunduk, tanpa memegang msuhaf. Lalu sang ustadz menatangi sang bapak dan berkata,

“Pak, coba atuh dipegang mushafnya, malu sama yang lain,”

Dengan senyum bapak itu menjawab, “punten a’ saya mah lagi muroja’ah”

Semenjak itu saya tidak berani mengur orang lagi kapok. Ungkap sang ustadz.

Betapa lucunya terkadang kita yang seperti sudah benar sendiri, mengatakan orang lain salah. Padahal kita belum tentu benar. Contoh tauladan terbaik kita Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi wassalam.

Sungguh teman-teman tak ada akhlak paling mulia yang bisa dicontoh selain pada diri Rasululullah panutan kita. Lantas kita yang bukan rasul, surga belum terjamin, ibadah belum tentu diterima masih menyombongkan segalanya, sungguh TER-LA-LU...

Sekali lagi evaluasi untuk diri kita semua, berhati-hati dalam berucap dan bersikap. Jika bisa mencoba berpikiran yang baik kepada setiap orang kenapa tidak dilakukan? Sempurnakan saja ibadah kita, siapa tahu masih banyak celah dan kurang dari itu semua. Semoga kita selalu dalam naungannya, dan jaga-jaga, jangan sampai pahala yang kita punya ditransfer ke orang lain ya...

Wallahua’lam
Salam kebaikan.

Sabtu, 03 Februari 2018 0 komentar

Do You have Married?

Yaps, pertanyaan ini tak kunjung hilang semenjak setahun terakhir sampai detik ini. Entah apa yang melatarbelakangi pertanyaan ini hinggap di depan mata dan telinga saya. Terlebih lagi ini seringkali ditanyakan dengan orang yang baru saja pertama kali saya kenal atau orang yang baru pertama kali mengenal saya.
from google images : buzztrendz

Semenjak saya menjadi tenaga pengajar juga ini menjadi pertanyaan rutin oleh beberapa orang wali murid. Ah entahlah muka yang terlalu tua ataukah cukup dianggap sebagai do’a?
Tidak hanya itu, juga sering hal tersebut dikaitkan dengan umur. Beberapa hari ini ketika sedang berdiam diri di Pare dalam rangka mengawasi anak-anak yang sedang belajar, bertemu dengan beberapa orang. Dan lagi pertanyaan itu tidak lepas di tanyakan oleh mereka.
Untuk umur tentu saja saya dikira dua tahun lebih tua dari umur sebenarnya sekarang. Beberapa bahkan terkejut ketika mengatakan tahun lahir dan umur saya sekarang. Dan ketika mereka bertanya Do you have married? Dan saya menjawab I’m still single, not married yet. Memakai bahasa inggris karena sedang di tempat kursus kampung inggris.
Jelas beberapa dari mereka kaget, haha ujung-ujungnya ada yang setngah percaya, tidak percaya, dan terpaksa percaya. Yeah, mau apa lagi namanya juga anggapan kan?
Nah saya yakin banyak yang mendapatkan peertanyaan semacam ini tidak hanya kaum lelaki, apalagi kaum perempuan. Kamu yang sudah lulus dalam masa pembelajaran kuliah, tidak mungkin tidak akan dapat pertanyaan semacam ini. Apalagi kalau sudah kerja, akan sering mendapatkan pertanyaan ini, lalu dimana masalahnya?
Tidak ada sih easy going aja dibawa enjoy dan slow kan, tidak perlu jadi pusingin pikiran toh. Ada sebuah kalimat menarik yang belum lama saya baca, “Mau janur kuning duluan, atau Bendera kuning duluan, yang terpenting adalah bagaimana kita yang mempersiapkan” kurang lebih seperti itu deh ya.
Jadi poin pentingnya, kalau bagi kamu tidak penting tak apa sih. Apapun yang mendatangi dan menjadikan pertanyaan dalam hidup kamu yang terpenting adalah sikap kamu dalam menghadapi hal tersebut dengan matang. Mau nikah duluan atau mati duluan, toh nggak ada yang instant kan?

Enjoykan dirimu dengan caramu, Salam kebaikan
Jumat, 05 Januari 2018 2 komentar

Ihsan, Zilal, Bima, Lulu, Widya, Daisa (One Night Candle Light)

Tulisan ke enam selama saya di Pare, Kampung Inggris. Menjadi guru pendamping tidak banyak yang bisa saya lakukan. Banyaknya waktu untuk mengurusi anak-anak di minggu-minggu awal, menjadikan diri bosan akan sesuatu. Tentu hal ini alamiah.

Belum berani memberanikan diri untuk keluar ketika kelas-kelas sedang berlangsung. Hanya duduk diam di kamar tanpa ada banyak yang dilakukan selain membersihkan kamar, dan mempersiapkan sarapan dan makan anak-anak.

Bertemu dengan sebuah toko buku yang murah denga jenis buku yang berlimpah menjadi godaan tersendiri bagi saya yang memang suka membaca buku untuk menghayal ke dimensi lain dari bagian dunia ini.

Alhasil di hari terakhir pembelajaran anak, lebih dari 30 buku saya baca. Buku yang terdiri dari komik, novel sci-fi, dan buku pengembangan diri. Ketika mengetik inipun saya sedang dalam proses menghabiskan satu buku yang terakhir saya beli.

Yah, membaca adalah kegiatan paling mudah saya lakukan ketika tak ada kegiatan lain yang bisa dilakukan.

Lalu menulis ini kegiatan rutin yang sebenarnya sudah mulai cukup sulit mencari waktu yang tepat untuk melakukannya. Jika beberapa bulan lalu saya mampu menulis tiga sampai lima tulisan ringan perharinya. Sekarang mungkin hanya lima tulisan perbulannya. Banyak ide yang hilang karena tidak segera dituliskan.

Banyak pembukaan di atas ya, he maaf. Sebenarnya apa sih yang ingin saya sampaikan, yah kita langsung menuju dengan judul di atas. Ada enam nama yang saya jadikan judul, apakah ada artinya? Tentu ada, namanya juga judul kan...

Di tiga malam terakhir saya mencoba meminta izin untuk mengikuti kegiatan malam yang membuat saya penasaran sejak pertama kali saya menginjakkan kaki disini untuk mengawasi dan mendampingi anak-anak dalam proses belajarnya di kampung inggris.

Malam pertama ketika di hari rabu. Mengikuti kegiatan MMC (Multi media Class) yang menjadi salah satu kelas pelepas penat dengan beberapa moment pemacu adrenalin di dalamnya. Namun pada malam pertama ini yang saya ikuti hanyalah full menonton sebuah film animasi penggannti film yang sebelumnya macet untuk dijalankan, yaitu Zootopia.

Tidak banyak yang saya rasakan di malam pertama. Hanya saja bisa melihat bagaimana mengawali opening untuk membuka kegkiatan MMC ini.

Di malam kedua saya mendapat informasi tentang wakawakawangzi entah penulisannya benar atau tidak, ini salah satu yang membuat saya penasaran dengan acara MMC sedari awal masuk. Beberapa orang terkesan takut untuk mencoba dan melakukan hal ini. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada bagian ini, di malam kedua inilah saya menyaksikannya secara langsung.

Setelah melanjutkan film Zootopia yang malam sebelumnya baru diputar sebentar, ditunjuk beberapa orang untuk menjelaskan resume dari apa yang sudah ditonton oleh kami bersama. Tapi yang membuatnya seru dan bikin deg-degan adalah diputarnya musik yang seperti mengejar-ngejar akan sesuatu. Jadi setelah musik pada bagian tertentu dimulai, orang yang dipanggil harus menjelaskan isi film secara penangkapannya dengan bahasa inggris, spontan dan cepat.

Beberapa orang saya lihat yang menjadi speaker untuk memberikan resume membuat saya tertantang. Dalam hati berkata “Eh saya ingin maju juga dong”. Tapi tidak mungkin disampaikan, toh saya hanya pendamping yang mencoba ikut kegiatan di malam-malam terakhir, hehe.

Lalu pada malam ketiga ini, kegiatan candle light. Berkumpul dengan beberapa orang bercahayakan lilin dan membahas sesuatu. Nah ternyata saya mendapatkan kelompok yang tidak terlalu mengenal satu sama lain “pada awalnya”.

Leader kami yang menuntun jalannya perbincangan kelompok ini adalah kak Ihsan yang berasal dari Bandung, begitu saya lebih enak menyebutnya. Seseorang yang cukup sering saya lihat, dan saya merasa segan dan menghormatinya karena aura ketegasan ada di dalam dirinya. Terbukti ketika kami mengetahui Kak ihsan seorang presiden BEM dan lulusan sebuah sekolah berbasis islam. Hal itupun menguatkan bukti rasa segan saya kepada Kak Ihsan dalam hal yang baik.

Di sebelah saya ada Zilal, seorang yang berkampung halaman di PayaKumbuh. Yang satu ini saya sudah cukup sering bertemu dan berpapasan. Dengan posisi kamarnya yang berada disebelah saya tentu hampir setiap hari kami saling sapa. Seorang laki-laki muda jurusan ekonomi yang memiliki banyak prestasi tersembunyi. Berbicara dengannya beberapa kali menjadikan saya tahu bahwa dirinya seorang laki-laki visioner yang teratur dalam mengerjakan hal yang diperlukannya.

Lalu ada Bima dari Malang sendiri. Nah yang satu ini, tatap muka saya lakukan baru dua kali. Malam  ketika ada wakawakawangzi berbicara dengan beliau dan kak Akrim dalam topik yang cukup berputar-putar namun intinya adalah saling mendukung dalam mengimprove kemampuan kami dalam berbahasa inggris.

Kedua, sore tadi ketika Kami makan di tempat Bude. Setelah ashar, saya langsung duduk bergabung dengan mereka ikut sedikit bernyanyi dan. asing bercerita. Disanalah saya dapati bahwa Ihsan ini memilki sebuah usaha dalam melakukan sesuatu dengan baik. Sebuah pandangannya dengan menjadikan orang lain loncatan dalam perubahan baik bagi Bima sendiri, menunjukkan dirinya yang memang sangat  baik dalam menilai bagaimana dia harus memulai.

Lalu tiga perempuan yang saya kenal di TEST selama ini. Dan benar-benar hanya tiga orang ini. Karena disini tidak ikut program dan apapun, maka dari itu saya hampir tidak ada komunikasi dengan student perempuan disini, juga dorm yang dipisah membuat saya terjaga dari hal itu.

Pertama dari Lulu, nah saya lupa asalnya. Kesulitan mengingat data seorang perempuan yang mengakibatkan saya seperti ini. Si kerudung merah berkacamata yang berasal dari pondok, yang ternyata seorang adik tingkat dari Kak Ihsan. Ceritanya yang ternyata membutuhkan sangat dan habbitual dalam membangun bahasa inggrisnya menunjukkan kekaguman akan usahanya. Mengambil level yang langsung meloncati dasar, dan lagi baru saja lulus SMA. Tentu menunjukkan level belajar yang sangat baik.

Widya asal Payakumbuh, semoga tulisan namanya benar. Ini juga yang ternyata adalah teman masa SMP dari Zilal setelah 7 tahun tidak bertemu. Melihatnya sekilas berbicara menunjukkan sebuah karakter kuat yang ada pada diri Widya. Lulusan yang masih fresh ini, juga memberikan aura persahabatan yang baik. Tampak sosok seorang ayuk diantara dua perempuan lainnya diantara kami karena masih dibawah dirinya.

Daysa/Daisa entahlah mana yang benar. Kalau salah maaf ya, hehe. Flower muda ini,  Ketika mendengar namanya ada sedikit rasa tidak asing  dan setelah mendengar beberapa perkataan lagi dan pertanyaan beruntun dari kak Ihsan dan Bima, barulah sadar ini nama yang sempat disebut oleh beberapa choki-choki.

Saya rasa beliaulah cerita yang paling banyak di dengar dengan luar biasanya perjalanan yang ada. German dan Malaysia, dua negara yang manapun akan menjadi tempat persinggahannya dalam meneruskan pendidikan sebagai mahasiswa. Melihat perawakann Daisa sendiri nampak cuek tapi poeduli. Memiliki jiwa friendable meskipun terkesan mengabaikan.

Yaps, terlepas dari tim laki-laki itulah tiga orang perempuan yang saya kenal dalam waktu satu malam selama di TEST. Dan lagi sharing dengan orang-orang hebat menjadikan wawasan yang terbuka lebih luas dalam kedepannya.

Di akhir saya meminta izin sedikit bercerita apa yang saya alami di TEST meskipun tidak ikut program. Mengklarifikasi panggilan-panggilan yang saya takut hanya menjadikannya salah paham.

Akhirnya tulisan setengah jam ini menghasilkan 1000 kata lagi setelah lama tidak menulis. Hanya bisa menjelaskan singkat tentang enam orang yang bakal menjadi salah satu hal paling diingat semasa hidup sampai sekarang.

Kembali ingin saya absen satu-satu nama mereka.  Kak Ihsan, Zilall, Bima, Lulu, Widya, Daisa. Yah enam orang dalam satu kelompok yang dipertemukan saya yakin bukan dengan kebetulan.

Saya memberikan tulisan ini untuk rekan tim Candle Light 5, semoga sedikit menjadi pengingat pertemanan yang singkat namun padat. Ini hanya tulisan seorang amatir yang masih terus bermimpi menjadi penulis yang baik.


Salam Kebaikan ^_^
 
;