Kamis, 25 Agustus 2016 2 komentar

Mbak..Ukhti...eh?



Assalamualaikum,

Kembali saya sapa dengan salam, semoga kessehatan selalu ada pada dirimu ya.

Tulisan kali ini cerita tentang diri saya sendiri, hehe, cuthat nih.

Sebelumnya bertanya, jika belum kenal dengan orangnya, siapapun itu, hanya tahu melalui media sosial atau yang lainnya tanpa pernah tatap muka langsung, apa yang membuat kamu menentukan memanggil orang sesuai jenis kelaminnya.

Kita tahu panggilan seperti kak, abang, mas, om, akh, bro, itu biasanya ditujukan jika menganggap dan tahu bahwa  lawan jenis yang diajak berbicara laki-laki. Sedangkan mbak, tante, uni, ukh, itu ditujukan untuk mereka yang perempuan.

Lalu bagaimana untuk bisa kita mengetahui panggilan normal dan tepat. Gambar, status, tulisan atu nama?

Seyogyanya nama harusnya sudah lebih dari cukup untuk bisa mengetahui apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan, namun terkadang masih ada saja yang salah memanggilnya. Contohnya saya rasakan, he.

Hal ini paling sering terjadi di media sosial atau sms. Saya yang memang tidak terlalu memajang foto untuk Poto profil atau cover. Awalnya saya kira kesalahan awal dari poto profil, karena memang suka dengan gambar bunga saya masukkan gambar bunga mawar di dalamnya. Seringkali terjadi panggilan seperti, Mbak, Ukhti... dan itu tidak satu dua kali, bahkan berkali-kali.

Namun ketika saya sudah menggantinya dengan gambar yang menurut saya lebih normal, pasti dari nama orang seharusnya sudah cukup berpikir bahwa saya laki-laki.

Ternyata hal itu masih saja terjadi, panggilan mbak, dan ukhti adalah hal yang paling sering saya dapatkan. 

Reaksinya? Ya nggak perlu marahlah, jadikan hiburan tersendiri saja.

Pernah akhirnya saya mencari arti dari nama depan saya, soalnya jika memakai nama belakang orang-orang pada ngeh kalo itu laki-laki. Tapi kalau nama depan masih banyak yang mengira kalau saya perempuan.

Ketika mengetikkan di pencarian internet nama “USAMAH” ternyata ada beberapa arti yang keluar, dan sebagian besar memberikan arti Singa atau prajurit. Berarti secara tidak langsung nama saya jelas artinya cowok banget dong, hehe.

Tapi kenyataan ya tetap berlanjut, masih saja ada yang sering mengira dan memanggil saya dengan mbak, atu ukhti. Kalo udah saya jelaskan laki-laki baru bilang, eh maaf mas, saya kira mbak. Yaelah tanya dulu kan bisa kalee.

Hihi, yah sedikit hal yang sampai sekarang masih terjadi. Bersyukur rambut dan jenggot plus suara yang cukup gede, membuat orang yakin deh kalo ketemu ini laki-laki, hehe.

Bangga dengan diri sendiri selalu ya,

Salam Berbagi.
0 komentar

Semua bisa belajar...

Assalamualaikum,

Tulisan kali ini terinspirasi ketika membeli nasi bungkus kemarin malam.

Setelah maghrib, saya membeli nasi bungkus diwarung dekat rumah. kondisi hari itu adalah sedang hujan yang lumayan lebat, mati lampu dan sedikit badai.

Ketika baru saja mau keluar, melihat warung makan yang terbuat dari kayu itu sedang buka. Karena terkenal murah dan banyak, langsung saja saya membeli disana.

Ketika massuk kesana ternyata ibu-ibu yang biasanya menjaga sedang tidak ada, yang saya jumpai adalah seorangh laki-laki remaja yang nampak dengan wajah polosnya, mungkin karena sedang mati lampu ya, hehe.

Setelah memesan nasi ssayur, ada hal unik dan lucu yang saya lihat dari remaja itu. Yaitu membungkus nasi. 
Perlu melipat beberapa kali ketiika dia harus memasukkan nassi dan ayurnya untuk memenuhi pesanan saya. Jika orang lain tidka tahu apa responnya, tapi bagi ssaya itu sebuah hal yang menarik dengan melihatnya.

Lalu ketika membungkus nasi, terlihat sekali dirinya mungkin baru belajar, dan telaten. Sangat hati-hati ketika akan membungkus dan mengikat nasi yang saya beli.

Teman-teman semua, begitulah kita hidup, semuanya ada proses belajar. Pernahkah kamu merasa lelah untuk belajar berjalan ketika bayi hingga sampai saat ini.

Pernahkah merasa bosan untuk terus belajar sepeda atau motor yang pernah jatuh dan kecelakaan tapi tetap menggunkannya.

Seorang pemain sepak bola belajar untuk terus menghasilkan tendangan yang hebat

Seorang penulis belajar untuk terus menghasilkan tulisan yang baik dan bermanfaat

Seorang pembalap terus belajar agar bisa menjadi pengendara motor tercepat

Semua yang ada di dunia ini bisadipelajari, tinggal di kitanya mau atau nggak untuk belajar hal tersebut. Jangan terlalu mudah menghakimiorang yang kelihatannya kikuk atau kaku melakukan sesuatu, bisa jadi dia sedang belajar. Hargailah tahap dan proses yang sedang dia lakukan.

Setiap orang memiliki daya belajar yang berbeda-beda, jadi apa yang perlu di usahakan juga berbeda dan hasilnya pun belum tentu sama. Dan jika kamu ingin bisa akan melakukan sesuatu pelajarilah. Cari ilmunya, dalami,maknai, resapi. Mulailah melakukan dan belajar dari pengalaman

Salam Berkarya
Rabu, 24 Agustus 2016 0 komentar

Setidaknya Jelas, Al-Quran lebih bermanfaat.



Assalamualaikum,
 
kembali menyapa teman-teman yang baik dan luar biasa.

Kali ini, tulisan ringan yang hal ini masih sering menjadi perdebatan dan pendapat yang tak kunjung usai jika dijabarkan.

Apa itu? Nyanyian, musik, dan Al-quran.


Dalam beberapa pendapat ada yang megatakan musik dan nyanyian itu adalah haram dan bukan sesuatu yang pantas untuk dilakukan.

Disisi lain ada juga yang mengatakan, boleh-boleh saja karena hidup kita pun penuh dengan musik dan nyanyian. Asalkan itu bermanfaat kenapa tidak.

Mana yang benar dan mana yang salah, nah kali ini saya yang mencoba berpendapat, salah benarnya teman-teman yang menilai ya.

Saya dulu juga gemar mendengar musik dan sempat menjadi pelaku musik. Ketika memutuskan untuk berhenti dari itu semua, mulai banyak anggapan saya ikut aliran sini dan sana. Fine, saya hanya bisa merasa sesak mendengar tuduhan itu (cengeng nih ye...)

Ketika saya memutuskan untuk berhenti, dan tentunya melalui proses, tidak ada intimidasi dari siapapun, murni keinginan sendiri. Meskipun dalam menjadi pelaku, saya belum sepenuhnya bisa menghilangkan. 

Proses yang saya lakukan dengan memilih mendengarkan yang lebih bermanfaat, dan di sedikitkan. Lalu mulai mendengarkan yang tidak pakai musik. Lalu hanya mendegar sesekali saja, sampai benar-benar mencoba tidak mendengarkannya lagi.

Sampai sekarang yang masih kadang saya lakukan adalah bersenandung ketika berkendara. Yah hal itu otomatis karena sisa-sisa masa jahiliyah dulu. Namun biasanya ketika sadar saya langsung hentikan senandung itu.

Meskipun belum seratus persen bisa mengalihkan diri dari musik dan nyanyian, setidaknya kumpulan musik yang dulu sengaja saya masukkan ke perangkat yang saya miliki, sudah sekitar 70 persen kurang lebih saya hapus. Selebihnya hanyalah musik-musik yang biasa saya pakai untuk mengisi acara dan training.

Saya merasakan sendiri bahwa ternyata memang Al-Quran lebih bermanfaat. Sehingga sudah beberapa bulan ini, ketika mengerjakan sesuatu dengan laptop, saya lebih senang menghidupkan murottal untuk mengiringinya.

Meskipun masih ada beberapa hal yang suka saya lakukan tidak terlepas dengan adanya musik, sseperti nada dering handphone, ketika menonton film, dan beberapa hal lainnya. Saya akui saya tidak sepenuhnya bisa langsung menghapus itu semua, namun sekali lagi semuanya berproses dan bertahap, namun pasti.

Seperti beberapa kali ketika sakit-sakit ringan menghampiri. Seperti demam, menggigil, batuk pilek, pusing migran. Jika mendengar musik atau nyanyian tentu saja malah akan bertambah parah, namun saya mencoba dengan niat karenaNya mendengarkan Murottal. Alhamdulillah atas izinnya, ketika bangun tidur penyakit itu hilang dalam semalam-dua malam.

Saya tidak akan berfatwa musik haram, ditakutkan saya sendiri yang masih banyak kurangnya nanti terkena peringatan surat Ash-Shaf pula. Tapi setidaknya pendapat yang bisa saya katakan adalah MENDENGARKAN DAN MEMBACA AL-QURAN JAUH LEBIH BERMANFAAT DARIPADA NYANYIAN             .

Yaps, manusia tempatnya salah dan dosa, tapi disanalah untuk terus belajar berubah, berhijrah dan lebih baik dari sebelumnya.

Salam kebaikan. Ingatkan kalau saya salah ^_^

2 komentar

Bedakan, VMJ (Virus Merah Jambu) dan Cinta Karena Allah



Assalamualaikum, apa kabar hati teman-teman?

Masih resah gelisah karena seseorang, atau sudah tenang dan nyaman, karena Allah yang maha penyayang. Semoga kita semua termasuk yang disayang olehNya.

Tulisan ringan kali ini mengangkat sesuatu yang sederhana, namun selalu menjadi tempat orang gundah gulana. Terinspirasi dari sesuatu, langsung saja ide ini tercipta untuk ditulis tanpa menunggu waktu.

Pernah kena VMJ? 


Sebagian besar pasti pernah ya. Ada yang mungkin ssudah kena dari SMP, ada yang SMA, ada yang ketika kuliah, bahkan ketika sudah bekerjapun ada. Kalau menurut pendapat saya dan teman-teman yang terkadang sering kumpul, inilah virus yang paling susah obatnya, karena bisa jadi membuat orang yang terkenanya meninggal.

Pernah melihat berita seorang bocah yang masih SD, naik menara listrik (kalau tidak salah sih, kalau salah benerin ya) hanya karena dirinya ditolak cinta oleh teman yang juga masih SD, wew... Amajing banget kan.
Apa kamu pernah merasakan dan melakukannya? Tidak perlu dijawab jadikan renungan sajalah, hehe

Efek dari virus ini pun macam-macam, ada yang suka melamun. Ada yang sepertinya riang selalu, ada juga yang terilaht selalu resah dan gelisah. Nah kalau sudah begini bakalan gasswat deh, karena apapun yang dilakukan bakalan tidak fokus.dan hal ini bisa menyerang baik itu laki-laki dan perempuan.

Nah, buat kamu yang sudah mulai berhijrah, makin deket sama Allah, ngajinya makin banyak, sholatnya full terus, hafalan nambah juga, virus ini masih bisa menyebar lho. Percaya tidak percaya beginilah kenyataannya, meskipun tingkatnya berbeda.

Mungkin bagi mereka yang biasa dengan lingkungan seperti ini, melakukan panggilan sayang, kanda-dinda, ayang-ayangan, ndut-ntet (eh?) dan sebagainya.

Kalo yang naik tingkat lebih syar’i gitu panggilan sayangnya (emang ada ya), dan yang paling umum digunakan ummi-abi, (weh, anaknya mana ya...)


Dan kelucuan ini tentunya masih terjadi sampai sekarang.

Dulu sempat iseng-iseng membuat lirik syair dengan judul VMJ, ingat reffnya gini

VMJ virus merah Jambu
Lidah semakin kelu, Iman semakin Layu...

Itu sih potongan kecilnya. Tapi yah sekarang kan udah mulai hilangin nyanyinya, hehe. Hijrah juga bro dari masa jahil.

Nah, lucunya terkadang bagi mereka yang terkena VMJ tidak bisa menyadarinya, dan selalu mengagungkan cintanya Karena Allah.

Please deh, oke sekarang kita coba masuk ke cinta karena Allah.

Cinta karena Allah adalah puncak tertinggi dari tingkatan CINTA. Karena kalau udah CINTA ALLAH, yang lain tidak akan bikin cemas dan was-was. Sedangkan was-was adalah salah satu cara jin untuk menggoyahkan iman kita.

Jika kamu merasa cintamu karena ALLAH, cek beberapa hal ini, jika tidak sesuai berarti bukan cinta karena ALLAH.

Pertama, Kamu bisa tenang setiap saat dalam kondisi apapun dan dimanapun, karena kamu yakin menyerahkan semuanya kepada Allah. Jika ternyata kamu mudah cemas, ketemu seseorang gelisah nggak ketemu kangen, berarti cintamu bukan karena Allah, melainkan nafsu.

Kedua, katika kamu terjatuh atau merasa hancur, hal itu tidak akan lama, karena kamu cepat bangkit dan percaya dengan ketentuan Allah. nah, jika ternyata malah mendengar lagu galau semakin terpuruk, misal kayak lirik ini  Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam, aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamubutiran debu”

Yaelah bro, padahal allah sudah mengulang berulang kali dalam sebuah surat “MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?”

Nah lho, masih kurang bersyukur?

Ketiga, jika sudah menyalahkan takdir yang terjadi, dan menganggap bahwa percuma kamu ada di dunia ini, waduh, ALLAH ciptain kamu untuk menjadi khalifah di bumi, lah kamu malah nggak menghargainya, wah menghina Allah kamu bro. Kan Allah sudah bilang “SUNGGUH TELAH KAMI CIPTAKAN MANUSIA DALAM BENTUK SEBAIK-BAIKNYA”

Jangan deh nyerah gitu aja karena cinta, ingat bahwa Allah mudah ekali membolak-balikkan hati.

Kalau sudah punya rasa itu pilihan hanya dua HALALKAN ATAU TINGGALKAN. Jangan sampai hal sepele itu menggerogotimu. Masih bisa puasa, tilawah, silaturahim dengan keluarga dan teman, inshaAllah itu semua akan membuatmu lebih tenang. Dan penutup ini ada lirik lama yang memberikan tingkatan cinta, semoga bermanfaat untuk kita semua.

CINTA... KEPADA ALLAH
CINTA RASUL
CINTA IBU BAPAK
CINTA KEPADA UMAT
CINTA KEPADA...KECEMERLANGAN

Salam Cinta KarenaNya.
0 komentar

Pesona Alam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Oleh : Ani S. Rohani



Assalamualaikum, Untuk tulisan kali ini ada kiriman tulisan tentang daerah brebes di jawa tengah, bukan berarti saya nggak cinta Bengkulu lho ya, tapi berbagi saja dari kiriman penulis juga dari daerah seberang sana, yuk kita lihat bagaimana ceritanya...

Allah menciptakan dunia ini dengan segala bentuk keindahan. Baik keindahan pada makhluk maupun keindahan alam semestanya.

Di bumi, pesona keindahan alam terbentang luas. Ada laut, pegunungan, padang pasir, sawah-sawah yang terbentang dan masih banyak lagi. Di langit ada rembulan, bintang yang bertaburan, awan, dan masih banyak pula yang lainnya.

Di Indonesia misalnya, terdapat beragam pesona keindahan alam. Salah satunya seperti di sebuah kota kecil bernama Brebes. Kota kecil yang berada di Jawa Tengah ini memiliki beberapa wisata yang tak kalah menarik dari daerah lain.

Kaligua merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Brebes. Lokasinya berada di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan. Objek wisata ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Di sana terdapat hamparan kebun teh yang hijau dan udara yang sejuk karena lokasinya yang berada di pegunungan. Selain kebun teh di sana juga terdapat sebuah telaga yang indah. Di dalam telaga itu hidup ribuan ikan lele. Namun ikan-ikan tersebut konon tidak boleh dimakan karena telaga tersebut dianggap keramat. Di sana juga terdapat mata air yang sangat jernih yaitu mata air tuk bening. Bukan hanya tuk bening, beberapa air terjun kecil juga ada di sana. Yang tak kalah keren lagi di sana terdapat gua Jepang.

Gua tersebut dulunya adalah gua yang digunakan untuk persembunyian tentara Jepang yang dulu berusaha merebut kebun teh milik Van De Jong. Makam Van De Jong sendiri juga ada tidak jauh dari area gua. Makam-makam bersejarah itu sering dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran dan ingin tahu.

Bukan hanya Kaligua, di Brebes juga terdapat sebuah curug yang dinamai Curug Putri lokasinya berada di Dukuh Padanama, Desa Mandala, Kecamatan Sirampog. Curug Putri merupakan sebuah air terjun setinggi 35 meter di mana di sekitar air terjun terdapat tebing yang seolah-olah terdapat ukiran di permukaannya.

Di Brebes juga terdapat sebuah pantai yang sangat indah yaitu pantai Randusanga. Selain pantai Randusanga juga terdapat sebuah pantai di sebuah desa di kecamatan Losari. Meskipun lokasinya tidak cukup terkenal tapi pantai di Losari sering ramai. Terlebih jika ada acara adat seperti pesta laut. Beberapa pengunjung dari daerah lain memenuhi pantai itu. Selain pantai di Losari juga sebenarnya masih ada lagi yaitu pantai di daerah Kluwut.

Waduk Malahayu yang terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo juga merupakan tempat wisata yang tak kalah indahnya yang ada di daerah Brebes. Masih banyak tempat wisata lain di Brebes. Ada juga pemandian air panas Tirta Husada yang berlokasi di Kedongoleng, Kecamatan Bantarkawung. Tempat ini berlokasi di daerah pepohonan pinus, jauh dari perkotaan.

Brebes juga memiliki sebuah candi bernama Candi Pangkuan. Lokasinya berada di dalam hutan di desa Cilibur, kecamatan Paguyangan. Masih di Kecamatan Paguyangan, di sana juga terdapat sebuah waduk bernama waduk Panjalin. Lokasinya di desa Winduaji. Waduk ini dibuat bersamaan dengan dibuatnya waduk Malahayu oleh pemerintah Belanda.

Wisata lainnya lagi adalah wisata pemandian air panas Cipanas Buaran, lokasinya berada di Desa Pengebatan, kecamatan Bantarkawung. Selain wisata-wisata di atas. Keindahan alam Brebes juga bisa dirasakan di sebuah desa kecil bernama Prapag, kecamatan Losari.

Seperti yang sudah disebutkan di atas di kecamatan Losari tepatnya di desa Prapag terdapat sebuah pantai yang tidak dikenal banyak orang. Selain pantai di sana juga terdapat hamparan sawah yang luas. Di kecamatan Losari sendiri juga ada sebuah sungai bernama sungai Cisanggarung yang menghubungkan dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Brebes merupakan kota kecil dengan wilayah yang masih belum begitu terjamah oleh kata mewah. Kotanya masih asri, masih banyak pekarangan dan hutan-hutan. Meskipun demikian, Brebes juga termasuk kota yang cukup ramai. Terlebih sekarang karena banyak pabrik-pabrik dan pusat-pusat perbelanjaan baru yang dibangun di sana. Menjadikan Brebes tampaknya akan sedikit lebih maju dari sebelumnya. Aku cinta Brebes. 

Salam Berkarya dari Pulau Jawa, maaf nggak ada photonya ya.. semoga tetap bermanfaat.
 
;