Sabtu, 08 Januari 2022 0 komentar

SMPIT KHAIRUNNAS KOTA BENGKULU "Bangkit Setelah Pandemi, Melampaui Batas Mendobrak Ratusan Prestasi"

 6 Bulan

31 Penyelenggara

48 siswa

8 mata pelajaran

139 pencapaian

Inilah moodbooster di  tahun ajaran 2021/2022 ini. Salah satu hasil bersejarah yang dicapai oleh SMPIT Khairunnas Kota Bengkulu sejauh ini. Mungkin pencapaian ini tentunya masih sedikit dibanding dengan sekolah lain yang lebih lama berdiri dan memiliki kapasitas yang lebih baik dari kami. Namun bagi kami sendiri pencapaian ini hal yang sangat luar biasa, mengingat berbagai kondisi yang sedang terjadi saat ini.

Dua tahun pandemi hampir membuat mati dari berbagai lini. Pendidikan yang menjadi salah satu tonggak dan tiang bagi anak-anak dimanapun untuk menjadi lebih beradab, lebih berakal, dan lebih cerdas tentunya dalam proses berpikir, terhalang dengan bermulanya virus yang melumpuhkan kesehatan dimana mana, ikut melumpuhkan berjalannya proses pendidikan hampir diseluruh dunia ini.

Pendidikan yang biasanya berjalan dengan tatap muka dan pengajaran secara langsung, arus mengikuti kondisi perubahan dunia dengan salah satunya secara online, atau layar kaca. Tentu diawal berlakunya sistem ini, banyak sekali yang kelabakan dan kerepotan. Dan yang terpenting penurunan terjadi dimana-mana. Penurunan kecerdasan, akhlak, moral dan berbagai hal yang sangat mempengaruhi anak-anak diseluruh dunia.

Salah satu yang menjadi pemicu perkembangan anak-anak sekolah dalam proses belajarnya, adalah dengan baerbagai kompetisi yang ada. Dengan saling mengadu kecerdasan, keterampilan, dan kreativitas dengan sesamanya menumbuhkembangkan banyak aspek bagi sang anak, begitu juga dengan sekolah. Berbagai bimbingan dan pendampingan dilakukan untuk saling berlomba mendapatkan hasil terbaik dlaam prosesnya.

Selama pandemi, banyak penurunan hal tersebut. Satu tahun awal, semua lini pendidik dan anak-anak sekolah serta para orangtua, lebih sibuk beradaptasi dengan berbagai remeh temeh sekolah online. Keluhan dimana-mana. Gadget menjadi sumber utama sebagai perantara yang baik maupun yang buruk. Dan dalam jangka waktu itu pula, kompetisi-kompetisi tidak bisa dilakukan, dan semua sibuk dengan sekolah online yang terus disesuaikan dengan kemampuan dari berbagai kepentingan.

Setelah 2019 menjadi tahun yang cukup berjuang untuk dilewati, dan hampir tidak ada jejak yang mampu dituliskan sebagai sebuah prestasi, Januri 2020 menjadi titik balik awal SMPIT Khairunnas Kota Bengkulu untuk mendobrak hal baru.

Setelah menyesuaikan dengan bebagai serpihan aktivitas online, berbagai kompetisi Onlinepun mulai bermunculan. Berawal dari mengikuti sebuah kompetisi Olimpiade TOEFl tingkat SMP dan SMA yang diadakan oleh TEFL Institute yang bekerjasama dengan Olimpiade indonesia, disinilah semangat itu mulai bangkit lagi.

Menjadi juara 1 dan apresiasi Medali Emas dalam Kompetisi Olimpiade TOEFL se-Indonesia adalah hal yang sempat tidak saya percayai awalnya. Mengirim 10 perwakilan untuk mengikutinya, dan satu minggu pembinaan, tidak banyak yang bisa diharapkan untuk bersaing dengan ratusan pelajar se-Indonesia, namun hal yang baik untuk dilakukan. Dan setelah seminggu dari perlombaan dan mendapatkan juara 1, benar-benar surpise bagi bagi kami semua, Alhamdulillah. Sempat terharu ketika melihat nama murid kami berada di urutan paling atas, dengan hasil nilai TOEFL 482 (Ukuran anak SMP Lho ya, ) dan nama SMPIT KHAIRUNNAS dari BENGKULU terpampang ketika pengumuman di ZOOM, sungguh rezeki yang sangat indah mengawali tahun 2020.

Berangkat dari kompetisi ini, semua guru di SMPIT Khairunnas, terutama para pembina ekstra mata pelajaran beserta anak-anak mulai aktif mencari berbagai perlombaan, terutama online, karena lingkupnya langsung nasional se-Indonesia.

Memasuki tahun ajaran baru 2021/2022 memulai kompetisi bersama anak-anak di Bulan Agustus, dan alhamdulillah mendapatkan 13 pencapaian. Dengan 11 pencapaian juara di tingkat provinsi di 5 bidang mata pelajaran, dan 2 tingkat nasional di 2 bidang mata pelajaran.

Lalu, dengan izin Allah selama satu semester sampai akhir liburan kemaren, bersama anak-anak terus menorehkan jejak prestasi, meski secara online, namun Alhamdulillah banyak sekali pengalaman yang berdampak pada kami semua.

Dan inilah semua apa yang kami SMPIT Khairunnas Kota Bengkulu, bersama anak-anak kami capai selama semester ganjil di tahun ajaran 2021/2022 ini :

1. Bidang Pendidikan Kewarganegaraan : 2 pencapaian (1 perak nasional, 1 perunggu nasional)

Ahmad Rafi dan Clarisa Agustina





2. Bidang Bahasa Arab   : 4 pencapaian (juara 1 Kota, juara 2 Kota, Juara 3 provinsi, Juara 4 provinsi)
Alma Zahra dan Nabila Salwa


3. Bidang IPS           : 6 pencapaian (Juara 2 provinsi, Juara 3 provinsi,  3 Medali perunggu nasional, 1 medali perunggu Sejarah Nasional)

A.   NABILA SALWA 

B.   NAZLA ARIQA 

C.   CLARISA AGUSTINA

D.   QUINTA ZOEIBA 



4. Bidang Bahasa Indonesia               : 11 pencapaian (Juara 1 provinsi, juara 2 provinsi, juara 3 provinsi, juara 3 nasional, 3  medali perak nasional, 4 medali perunggu nasional )

A.   SABFADILAH

B.   DHIO RAFID 

C.   FAIRUZ AZZAHRA 

D.   ALIFA RAYA 

E.   DHEA DWI 

F.    ILYAZA NAZUA 

G.   ALMA ZAHRA 




5. Bidang Pendidikan Agama Islam   : 15 pencapaian (2 medali emas nasional, 5 medali perak nasional, 8 medali perunggu nasional)

A.   APRILIZZA AULIYA

B.   TIARA SALSABILA

C.   FATHI EDRIAN

D.   ZASKIA ALENA

E.   LOVVIORA SHERIN

F.    FIRDA AULIA 

G.   FAZYA ISFYA 

H.   AFLA PUTRI

I.      QUINTA ZOEIBA

J.    AUREL FAUZA

K.   NAILAH QURRATU 

L.    DHEA ADHYATATA 

6. Bidang IPA (Fisika, Kimia, Biologi) : 23  Pencapaian (juara 2 provinsi, juara 3 nasional, 1 medali emas nasional, 5 medali perak nasional, 9 medali perunggu nasional, 2 medali perunggu nasional FISIKA, 1 medali emas KIMIA nasional, 1 medali perunggu Kimia nasional,  1 medali perak Biologi nasional, 1 Medali Perunggu Biologi nasional)

A.   M. FACHRI 

B.   RAISYA IZZA 

C.   SHAFA FADHILAH 

D.   QUINTA ZOEIBA 

E.   FIRDA AULIA 

F.    MIRZA HAFUZA 

G.   DHEA DWI

H.   TIARA SALSABILA

I.      QUEEN ALMIRA 

J.    SARAH ASHSHOFIAH

K.   AFLA PUTRI

L.    APRILIZZA AULIYA


7. Bidang Matematika                            : 27 pencapaian (Juara 1 provinsi, Juara 2 provinsi, Juara 3 provinsi, 6 medali emas nasional, 6 medali perak nasional, 12 medali perunggu nasional)

A.   APRILIZZA AULIYA

B.   ARIFAH FITRAH

C.   SURYA DARMAWAN

D.   FAZYA ISYFYA

E.   DHEA DWI

F.    AFLA PUTRI

G.   TIARA SALSABILA

H.   ABIYYU HABIBULLAH

I.      NADINE AULIA

J.    RADEN AKMAL 

K.   WIDRIA PUTRI

L.    ALGINA SYABITHA


8. Bidang Bahasa Inggris                     : 51 pencapaian (juara 2 provinsi, juara 3 provinsi,  2 medali emas nasional, 19 medali perak nasional, 28 medali perunggu nasional, )

A.   KAMILA RAHMATUL

B.   ZASKIA ALENA

C.   FARA NAJWA SALSABILA

D.   ROUDHOTUS SALIMAH

E.   QUINTA ZOEIBA

F.    SABFADILLAH MAULANA

G.   ZAYYAN ALLAYA

H.   DZAKIYYAH NUR AZIZAH

I.      SARAH ASHSHOFIAH

J.    FIRDA AULIA

K.   ALIFA RAYA 

L.    NAURA AMALIA 

M.   SYAFIRA SYIFA 

N.   KHANSA ZALFAH

O.   NAGISHA AGHNA

P.   DHEA ADHYATATA

Q.   TIARA SALSABILA

R.   ALISYA AQIRA

S.   CLARISA AGUSTINA

T.    ARIFAH FITRA

U.   NIA MUTIARA

V.   FIVEL ARGHIA

W.  M. RAIHAN 

X.   ALMIRA NURMASYAH




Itulah perjalanan awal kami setelah bangkit dari pandemi. Selama 6 Bulan, mengikuti perlombaan dari 31 kali penyelengara, dengan 8 mata pelajaran bidang akademik, 48 siswa yang berkompetisi, mendapatkan pencapaian 139 prestasi. Ada bidang non akademik yang sempat diikuti, yaitu bidang Olahraga Panahan dengan Jarak 20 meter. Sayang perwakilan yang dikirimkan terhenti di babak 8 besar, namun alhamdulillah sebagai langkah perjuangan. Semoga di semester dua ini kami bisa terus menambah prestasi engan izin Allah dan terus menebarkan kebaikan dan manfaat untuk banyak orang, amin ya rabbal 'alamin.


Khairunnas, 'Anfauhumlinnas.
Minggu, 30 Mei 2021 47 komentar

Tugas Praktek Bahasa Inggris 7A dan 7B

 Tugas ini, untuk melengkapi Praktek Mata pelajaran Bahasa Inggris. Silahkan tulis di kolom komentar dengan Kata-kata sendiri, makna dan pesan dari Lirik Lagu Berikut menggunakan bahasa indonesia, jangan lupa menuliskan nama lengkap dan kelas.

 Judul : Hurt To Say

Album : 

Munsyid : Justice Voice

http://liriknasyid.com


Silence...

there is no word I can say to you

I close my eyes

try to forget all the things about you

But its like to difficult

But its like just unusefull things


I feel to hard i feel to hurt

When I have to say good bye to you

It is too sweet to be with you

But I have to say good bye to you


Silence...

there is no word I can say to you

I close my eyes

try to forget all the things about you


I feel to hard i feel to hurt

When I have to say good bye to you

It is too sweet to be with you

But I have to say good bye to you


I believe, I believe you know

Why we choose this way

Cause Allah...


I feel to hard i feel to hurt

When I have to say good bye to you

It is too sweet to be with you

But I have to say good bye to you


I feel to hard i feel to hurt

When I have to say good bye to you

It is too sweet to be with you

But I have to say good bye to you

-----------------------------------------------

Dapatkan lirik/chord nasyid di http://liriknasyid.com

-----------------------------------------------

Terakhir melakukan pengumpulan 1 juni 23.59

26 komentar

Tugas Praktek Bahasa Inggris 7D

 Tugas ini, untuk melengkapi Praktek Mata pelajaran Bahasa Inggris. Silahkan tulis di kolom komentar dengan Kata-kata sendiri, makna dan pesan dari Lirik Lagu Berikut menggunakan bahasa indonesia, jangan lupa menuliskan nama lengkap dan kelas.

Judul : When U

Album : Berhenti Sejenak

Munsyid : Justice Voice

http://liriknasyid.com

When you see people around you
So much suffer and don't know what to do
Think about their sadness
Think about their pain that seems in their eyes
Are you gonna start to give them help
To give a new hope and try to shine their life
Would you share your happines
And make them smile again like others
Reff. Cause its time for us
To start giving
To show them we care
Strengthen them up
Reach their hands. And show them
They're not alone

Bridge. Let's hold on together
Let's help other
To live better
Happily ever after.

lagu : Faris JV 

Lirik : Diah 

Editor: Wiwid JV 

Arr. : Faris JV

Vokal: Faris JV 

Arr. Vokal: Faris JV

-----------------------------------------------

Dapatkan lirik/chord nasyid di http://liriknasyid.com


Terakhir melakukan pengumpulan 1 juni 23.59

25 komentar

Tugas Praktek Bahasa Inggris 7C

 Tugas ini, untuk melengkapi Praktek Mata pelajaran Bahasa Inggris. Silahkan tulis di kolom komentar dengan Kata-kata sendiri, makna dan pesan dari Lirik Lagu Berikut menggunakan bahasa indonesia, jangan lupa menuliskan nama lengkap dan kelas.


The Right Path

Album : Gema Alam
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com

Why are we here, where we come from
Where's our future, leading us
Where's our life, taking us
Show us the path, dear Allah
What are we, to do here
There must be a reason to be here
Ya Allah the greatest
Nor of these you create for waste
Show me the right path
The path of the favoured one with your grace
Show me the right path
The path of Rasulullah and his companions
Don't leave me please your guidance I need
Show me the way, light up my life
Don't leave me please your guidance I need
Show me the way, to gain your love

-----------------------------------------------
Dapatkan lirik/chord nasyid di http://liriknasyid.com

Terakhir melakukan penugasan 1 Juni 23.59
Senin, 18 Januari 2021 0 komentar

Saya Bukan Anak Berbakat (part 3)

 Masih dalam perjalanan diri saya ketika Sekolah Dasar. Sebelum lanjut, sedikit flashback di awal kelas 3 SD.

Siapa yang pusing dengan pelajaran matematika?

yup, kita sama kok, hehe. Hal itu bermula di awal kelas 3 SD, dan pelajaran hari itu adalah matematika. Materi kala itu menuliskan angka ratusan, ribuan dan seterusnya. Saat itu ada lima soal yang diberikan oleh guru saya. Dua diantaranya menjadi contoh dan bonus. tak disangka pada soal ketiga saya disuruh maju. Pikiran jelas mulai melayang kemana-mana karena tidak tahu jawabannya. Contoh sebelumya pun belum paham.

Setelah beberapa saat, masa bodo lah ya, maju ke depan, mengambil kapur, lalu menuliskan angka yang diminta. Kalau tidak salah ingat, disuruh menuliskan angka Dua Ratus Empat. Saya yang masih berumur Enam atau Tujuh tahun kala itu, hanya menuliskan angka secara polos yang terlintas. Maka angka yang disuruh tersebut saya tuliskan...

"2004"

Pikir saya, ya tulis dulu angka Dua Ratus, lalu angka Empat kan?

Jelas salah sih, hehe. dan begitu juga semua sisa soal yang sudah saya kerjakan semuanya salah. Dua soal yang benar hanya karena contoh yang diberikan oleh guru.

Namun, apa dikata dari bocah sukanya jahil dan kocak. Sebelum pulang sekolah, Guru saya memberikan soal matematika sederhana, siapa yang bisa menjawab boleh pulang. Langsung saja setiap soal saya jawab asal, yang pasti salah. Lalu di pertanyaan kesekian, saya mnejawab "Tujuh" dan ternyata benar. Senang dong bisa pulang. Tak peduli berapa angka yang disampaikan guru tadi.

Meloncat lagi ke kelas 5 menuju kelas 6. Namanya menulis bebas santai aja sih ya, hehe.

Yah, sampai masuk SMA, tak pernah terlalu terpikir dengan masalah umur. Diri ini yang terlalu cepat sekolah, ternyata juga menjadi kekhawatiran orangtua sesekali. Dan masih saya ingat kala itu di penghujung kelas 5 SD.

Ummi saya mengatakan agar saya menyampaikan kepada sekolah agar jangan di naikkan dulu ke kelas enam, masih terlalu kecil. Ketika itu bahkan umur saya masih sekitaran 9 tahun, namun si kecil ini tak terpikirkan akan hal itu.

Akhirnya mengalir saja, jika memang dinaikkan ikut naik. Jika tidak, ya sudah siap untuk tidak naik. Malah makin yakin tidak naik, karena di mata pelajaran IPS kelas 4 sempat merah, dan di kelas lima, beberapa kali kena sindiran di depan kelas. Yang paling ingat ketika tulisan saya di bilang cacing kepanasan.

Akhirnya tidak lama, pengumuman kenaikan dan pembagian rapot, dan hasilnya.....

Bersambung.


Minggu, 17 Januari 2021 0 komentar

Ditulis, Dibayangkan, Yakin, Beda Jalan, Kesampaian

 Fix, judulnya nggak jelas banget sih ya, hehe.

Hal ini kepikiran beberapa waktu terakhir ini. Aplagi semenjak online, pikiran makin banyak melayang kemana-mana.

Apa sih yang mau disampaikan dari judulnya?

Jadi ini berhubungan dengan awal-awal perkuliahan dulu. 

Kala itu semester 2 jurusan bahasa inggris, menuliskan target diri yaitu ingin melanjutkan kuliah nantinya di jurusan Psikologi, Bagian Psikologi pendidikan, fokusnya di bagian Remaja.

Pada dasarnya yang disenangi semenjak SMA dan lebih terarah untuk menata kearah mana kaki ini akan melangkah, adalah hal yang berbau Psikologi. kurang lebih semenjak kelas 3 SMA, mulai menekuni hal-hal berbau psikologi.

Awalnya dulu berkenalan dengan terapi hipnosis dan SEFT, yang sekarang udah agak lupa gimana-gimananya. Tapi itu sering digunakan dulunya ketika adik kelas ingin mencurahkan sesuatu, namun tidak mau dalam keadaan sadar. Maka jadilah tempat konsultasi yang lalu mencoba membuka alam bawah sadar untuk bertindak. (kurang lebihnya gitulah, istilah-istilahnya lupa sih, hehe)

Dari yang banyak khayalan dan teknik alam bawah sadar ini itu, lalu merambah ke keilmuan yang lebih realistis. Seorang adik kelas yang juga tertarik dalam bidang psikologi, meminjamkan buku Psikologi yang tebalnya beberapa kali lipat dari buku pelajaran.

Namun, kalau yang namanya udah tertarik ya di lahap aja kan?

Semenjak itu banyak melahap bacaan berbau psikologi, sampai bibi sendiri membelikan buku tentang psikologi kesehatan untuk dibaca.

Almost otodidak, melahap semua hal berbau psikologi. Namun takdir tetap menunjukkan jalan yang terbaik dibalik hal yang tidak kita tahu tentunya, dan setelah mencoba tes sana-sini, Allah menetapkan saya untuk menjalani pembelajaran secara formal pada jurusan bahasa inggris.

Tidak ada penyesalan, karena dari tiga kampus yang saya coba ajukan daftar, urutan satu dan duanya psikologi/BK dan bahasa inggris. Jadi memang dua pilihan utama yang saya suka. 

Meski masuk jurusan bahasa inggrispun, makanan yang saya santap lebih banyak Psikologi ketimbang bahasa inggris itu sendiri. Karena yang saya pelajari diawal awal perkuliahan bahasa inggris, agak berbeda dari yang dibayangkan.

Dengan pedenya memang sering menawarkan jasa konsultasi atau sharing. Sampai berlanjut mendalami kemampuan training dan public speaking, makin sering mendapatkan konsultasi berkaitan dengan dua hal tersebut.

Time skip

Singkat cerita pada September 2016, tepat di umur yang ke 20, saya mendapatkan tawaran untuk menggantikan guru bahasa inggris di sebuah sekolah swasta selama satu semester. Yang alhamdulillah, Allah takdirkan sampai sekarang berjalan.

Berhadapan dengan anak remaja di masa tanggung tentu hal baru, apalagi yang sebelumnya saya menjadi guru Paud dan TK selama hampir dua tahun. Merubah pemahaman mendalami seorang anak kecil ke remaja, tentu loncatan yang besar.

Satu semester setelahnya, mulai merangkap menjadi guru Bimbingan Konseling. Sejujurnya ada kebahagiaan di sisi ini. hal yang dulunya selalu dibayangkan, diberi kesempatan untuk dilakukan. Karena semenjak guru Konseling generasi awal sekolah ini, pindah. selama tiga tahun selalu berganti guru. Alhamdulillah meski menjadi guru bantu Konseling, bisa merasakan hampir dua tahun untuk mendalami posisi ini.

Namun takdir berkata lain. Di tahun 2018, Allah takdirkan menjadi walikelas. Untuk beberapa waktu awal berjalan, semua teori dan pemahaman tentang ilmu psikologi yang pernah dipelajari, merasa tidak berurutan. Ada hal yang lebih penting dari sekedar memahami dari luar, yaitu menyentuh dari dalam.

Diposisi ini, kembali saya mengaduk ilmu lagi, yang lebih menjamah kepada ilmu Parenting. dan tiga tahun terakhir ini, yang lebih kuat saya resapi, bagaimana menjadi orangtua. Dalam mata saya, pada dasarnya tidak ada murid, tapi anak. Maka untuk momen tertentu, saya akan lebih marah kepada anak-anak saya ketika bukan lagi peraturan yang dilanggar, namun kepercayaan yang dikecewakan.

Nah, panjang bet ya. 

Pokoknya begitulah sampai saat ini berjalan. Yang dulu saya tuliskan ingin bisa mendalami psikologi pendidikan yang berkaitan dengan remaja, rasa-rasanya itulah sekarang yang terajdi dengan suasana yang ada.

so, jangan takut untuk memiliki keyakinan akan sesuatu, mumpung gratis....

Sabtu, 16 Januari 2021 0 komentar

Saya Bukan Anak Berbakat (Part 2)

 Kaifa Haluk reader sekalian, so langsung saja melanjutkan cerita yang sempat tertunda.

Time Skip diantara kelas 3 sampai kelas 5 SD. Saat itu jam istirahat, dan saya bersama beberapa teman sedang bermain di luar. Lalu salah seorang teman saya menyebutkan salah satu bagian dari pistol, Pelor kalau tidak salah. Lalu seingat saya, mengulang apa yang dikatakan oleh teman saya. Seketika salah satu teman langsung meneriaki saya ngomong kotor. Kondisi yang saat itu kaget langsung takut karena akan di adukan ke orangtua. Maklum begitu takutnya jika ada salah, dan tidak mau jadi beban orangtua.

singkat cerita, si anak yang meneriaki saya ngomong kotor, memberikan ancaman. Kalau tidak mau diadukan ke orangtua saya, maka tiap pagi harus memberi jajan kepadanya. Kayaknya memang klasik, tapi itulah yang terjadi.

Seorang anak yang kurus dan penakut diancam, makin tertunduklah karena takut. Tanpa sepengetahuan orangtua, setiap hari saya memberi teman saya itu jajan sebelum bel sekolah masuk berbunyi. Terkadang, ketika sedang tidak ada uang jajan, mengambil jajanan warung yang dijual orangtua.

Begitulah pemerasan berlanjut sampai beberapa bulan. yang akhirnya seorang teman yang sudah tidak tahan melihat kondisi saya, membujuk untuk berani menyampaikan kepada orangtua apa yang terjadi sebenarnya.

Takut tentunya, namun setelah mencoba menyampaikan dari kejadian tidak sengaja tersebut, ternyata orangtua tidak marah. semua ketakutan yang saya pikirkan hanyalah halusinasi yang belum terjadi. Setelah menyampaikan semuanya perasaan menjadi lega, dan besoknya siap menghadapi si tukang ancam yang sudah membuat saya merasa bodoh selama beberapa bulan karena ketakutan yang berlebihan.

Paginya, teman yang biasa meminta jajan kepada saya, sudah berdiri di depan gerbang. Saya dengan sedikit ketakutan yang tersimpan, mengatakan kalau sudah ngomong dengan orangtua, dan tidak mau memberikan jajan lagi. Lalu saya lewati saja masuk ke dalam gerbang sekolah, melihat dirinya terdiam sejenak dan tidak beranjak.

bersambung....

 
;