Bismillah, Salam.
Segala puji bagiNya Tuhan semesta alam.
sadar atau tidak kita setiap hari melakukan aktivitas dengan enak dan mudahnya. Kita tidak merenungi setiap detik yang kita lakukan atass campur tanganNya.
setiap pagi sepertinya dari habis tidur tiba-tiba sudah bangun saja tanpa berpikir siapa tadi yang membuat tidur dan membangunkan. ya, kalau kita tidak ada yang membangunkan tentunya kita sudah meninggalkan dunia ini.
Allah ngebangunin kita dengan cara yang tidak terduga. Caraterbaik adlaah mensyukurinya karena kita masih dibangunkan dengan caraNya dan diberi kesempatan hari ini untuk bisa melakukan kebaikan lagi untuk mempersiapkan diri menghadapNya.
Buat kita yang ingin melakukan tahajud, cara tergampang adalah dengan meminta dibangunkan olehNya. Masa iya bisa, jika seluruh dunia meminta dibangunkan olehNya apa bisa? Tentu bisa. Dia yang menciptkan kita, apapun tidak ada yang tidak mungkin. kuncinya niat yang kuat.
Yakinlah, akan banyak cara tidak terduga jika kita merenunginya. Pernahkah ketika mencoba memasang alarm HP untuk bangun, namun tetap saja kesiangan dan tidak bisa bangun sesuai alarm. berarti yang menentukan kita bangun memanglah dari Allah. Jika bukan karenaNya, bisa jadi kita tidak bangun-bangun. so, mintalah dibangunin, nanti akan dibangunkan.
Bismillah, dengan menyebut nama Allah yang selalu memperhatikan hambanya dan menjaga untuk tetap di jalanNya.
Subhanallah, begitu gumamku dalam hati mendapat sebuah tanggapan untuk hal yang sudah lama lewat.
hampir mirip dengan fitnah beberapa waktu lalu yang berbeda cerita dan orang tentunya. Aku ditanya ini itu? Ah, hahaha Aku hanya tertawa. please be positive...
Aku menyadari sebuah hal. Mencoba positive atas diri sendiri membuat diriku lebih bisa tersenyum dan tidak terpengaruh. iya dong, kejadiannya juga udah lama banget lewatnya.
Ketika teguran datang menghampiri, berarti tanda aku masih diperhatikan Allah untuk menghindari dan tidak mengulangi kejadian yang buruk lagi.
Ketika tusukan datang lagi, padahal itu sudah tidak pas untuk dibahas lagi, Tanda Allah mengingatkanku untuk lebih menjaga diri lagi.
Allah selalu memperhatikan dengan cara tidak terduga.
apakah kita akan menanggapi perhatiannya dengan baik atau malah kita mengabaikannya.
Allah lho yang memperhatikan kita, ,masa tidak senang?
diperhatikan orang aja seneng bnget, diperhatikan Allah harus lebih senang lagi dong..
Yah, memang tidak perlu membuktikan kepada yang lain bahwa kita benar, cukup buktikan kepada diri sendiri bahwa merka itu salah.
Yap, tak uah banyak keraguan, karena Allah itu lebih mengerti hambanya dari siapapun, dan Orang tua Lebih mengerti anaknya dari yang lain.
[Cerita seorang Pejuang Dakwah]
Subhanallah, begitu gumamku dalam hati mendapat sebuah tanggapan untuk hal yang sudah lama lewat.
hampir mirip dengan fitnah beberapa waktu lalu yang berbeda cerita dan orang tentunya. Aku ditanya ini itu? Ah, hahaha Aku hanya tertawa. please be positive...
Aku menyadari sebuah hal. Mencoba positive atas diri sendiri membuat diriku lebih bisa tersenyum dan tidak terpengaruh. iya dong, kejadiannya juga udah lama banget lewatnya.
Ketika teguran datang menghampiri, berarti tanda aku masih diperhatikan Allah untuk menghindari dan tidak mengulangi kejadian yang buruk lagi.
Ketika tusukan datang lagi, padahal itu sudah tidak pas untuk dibahas lagi, Tanda Allah mengingatkanku untuk lebih menjaga diri lagi.
Allah selalu memperhatikan dengan cara tidak terduga.
apakah kita akan menanggapi perhatiannya dengan baik atau malah kita mengabaikannya.
Allah lho yang memperhatikan kita, ,masa tidak senang?
diperhatikan orang aja seneng bnget, diperhatikan Allah harus lebih senang lagi dong..
Yah, memang tidak perlu membuktikan kepada yang lain bahwa kita benar, cukup buktikan kepada diri sendiri bahwa merka itu salah.
Yap, tak uah banyak keraguan, karena Allah itu lebih mengerti hambanya dari siapapun, dan Orang tua Lebih mengerti anaknya dari yang lain.
[Cerita seorang Pejuang Dakwah]
Bismillah,
"Alhamdulillah, hari ini kena fitnah lagi" gumamku dalam hati
Memang info ceritanya cukup benat, namun ketika memberitahu spesifikasinya, haha. sedikit tertawa dalam hati. Begitu jauh yang dituduhkan.
"Ah Fitnah lagi" sekali lagi aku menggumamkan itu dalam hati.
Semenjak dua bulan pertama masuk kuliah di tahun 2011 lalu, Fitnah sudah mulai menyapaku.
Di tahun itu hanya karena memiliki teman yang bahasa aktivisnya tidak satu pegangan, aku pun empat di kabar merpatikan aliran sesat. ckckck. Yang parahnya sampai ketelinga orang tua, dan lebih menyedihkannya lagi adalah orang-orang yang saat itu katanya adalah aktivis dakwah. Alangkah sempitnya pikiran tentang itu. Saat itu aku yang belum terlalu paham banyak hal hanya meringis di dalam hati.
Cukup lama hal di atas berkembang, secara tidak sengaja aku menjadi anggota organisasi yang salah satu anggotanya menyebarkan isu sebelumnya. Akupun mulai perlahan aktif dalam kegiatan dakwah islam. namun disinilah fitnah lain mulai berdatangan.
Selanjutnya lebih dari satu semester aku menjadi orang yang paling banyak diperbincangkan dibelakang. Anehnya tidak ada satu orangpun yang berani mengatakan langsung di depanku, dan parahnya mereka adalah orang yang dikenal sebagai petinggi dakwah di kampusku. Aku mengetahui itu dari mbakku yang memang selalu blak-blakkan denganku.
Aku mulai dikatakan sebagai orang yang tidak pasti gampang terpengaruh dan lainnya. Astaghfirullah, ckck. "Tidak bisa husnudzon aja ya, dan kenapa ngomong langsung di depanku?" batinku herann dengan berita yang tidak mengenakkanku.
Dan begitulah seterusnya, cukup akrab aku dengan fitnahan, dari teman sendiri sampai warga sekitar. eits.. aku pernah dikira nyebarin agama baru lho...
Tabayyun, iya itu, kenapa tidak ada yang menggunakan itu. Bukankah itu sebuah metode untuk mengetahui sebuah kebenaran atas terjadinya sesuatu, gampang sekali menjudge dengan keyakinan yang kuat? apa yang salah? apa memang aku tidak disukai?
Entahlah, aku hany mencoba berpikir positif dan membiarkan saja. Percuma ketika mengatakan yang sebenarnya dianggap alasan, ketika diam dianggap begitulah kenyataanya. Memang tempat terbaiknya kembali adalah Allah.
sedikitpun aku tidka akan membenci mereka. Biarlah sesuka hati meau menyebarkan fitnah apapun, yang penting Allah dan Orang tua lebih mengerti dibanding mereka.
Tetap ku dakwahkan kebaikan ini dengan caraku, yang mungkin bagi mereka tidka pantas. aku mendekati dan memiliki teman dari elemen manapun. temanku dari yang alim ampe yang merokok bahkan peminum aku sempat punya. bercerita dan sharing secara tidak langsung dengan atheispun sudah dirasakan. ketika menjadi sebuah kelompok yang di dalamnya orang yang menyukai muik dan gayanya yang nyentrik banyak.
Aku suka memakai gamis terkadang. Namun pandangan mereka seolah aku ini bukan kelompok mereka, namun itu tidak terjadi di kelompok umum yang aku memiliki hubungan pertemanan dengan mereka. Tak ada pandangan tentang pakaian, sikap ramahku dan gampang bercerita membuat keadaan santai dan bersahabat. Bahkan sekarang temanku mulai mendapatkan hidayah dan aku sangat bersyukur.
Beberapa waktu lalu, tepat di hari jumat beliau sms
"sam, ambo numpang istirahat yo, terus numpang mandi n sholat dhuha yo"
Aku sampai tak bisa menjawab banyak. Aku bersyukur, dan selama dua hari mungkin kamar engan buku berantakan menjadi bacaanya juga ya, he. dan sampai hari ini beliau semakin mengupgrade dirinya untuk berubah, kupinjamkan bukuku seadanya yang bisa menjadi bacaanya tentang keisslaman secara lebih.
Ya inilah dakwahku. aku tidak bisa menjadi pendiam atau orang yang cool. Aku memang jahil dan periang, aku gampang berceloteh bercerita dan melucu, dan dakwahkupun tidak seperti kalian yang dengan gampang mengaji dan lainnya. aku tidak punya binaan, tapi aku membangun hubungan dengan banyak teman, Dengan cara yang nyaman memberi pengertian. Hafalanku tidak banyak, namun aku mencoba untuk tetap mengajak.
Buat semua fitnahan yang 90 persen hampir tidak benar, terimakasih, karena aku yakin Ujian adalah sebuah cerminan dari tingkatan Iman.
#inidakwahku #berkaryacaraku
"Alhamdulillah, hari ini kena fitnah lagi" gumamku dalam hati
Memang info ceritanya cukup benat, namun ketika memberitahu spesifikasinya, haha. sedikit tertawa dalam hati. Begitu jauh yang dituduhkan.
"Ah Fitnah lagi" sekali lagi aku menggumamkan itu dalam hati.
Semenjak dua bulan pertama masuk kuliah di tahun 2011 lalu, Fitnah sudah mulai menyapaku.
Di tahun itu hanya karena memiliki teman yang bahasa aktivisnya tidak satu pegangan, aku pun empat di kabar merpatikan aliran sesat. ckckck. Yang parahnya sampai ketelinga orang tua, dan lebih menyedihkannya lagi adalah orang-orang yang saat itu katanya adalah aktivis dakwah. Alangkah sempitnya pikiran tentang itu. Saat itu aku yang belum terlalu paham banyak hal hanya meringis di dalam hati.
Cukup lama hal di atas berkembang, secara tidak sengaja aku menjadi anggota organisasi yang salah satu anggotanya menyebarkan isu sebelumnya. Akupun mulai perlahan aktif dalam kegiatan dakwah islam. namun disinilah fitnah lain mulai berdatangan.
Selanjutnya lebih dari satu semester aku menjadi orang yang paling banyak diperbincangkan dibelakang. Anehnya tidak ada satu orangpun yang berani mengatakan langsung di depanku, dan parahnya mereka adalah orang yang dikenal sebagai petinggi dakwah di kampusku. Aku mengetahui itu dari mbakku yang memang selalu blak-blakkan denganku.
Aku mulai dikatakan sebagai orang yang tidak pasti gampang terpengaruh dan lainnya. Astaghfirullah, ckck. "Tidak bisa husnudzon aja ya, dan kenapa ngomong langsung di depanku?" batinku herann dengan berita yang tidak mengenakkanku.
Dan begitulah seterusnya, cukup akrab aku dengan fitnahan, dari teman sendiri sampai warga sekitar. eits.. aku pernah dikira nyebarin agama baru lho...
Tabayyun, iya itu, kenapa tidak ada yang menggunakan itu. Bukankah itu sebuah metode untuk mengetahui sebuah kebenaran atas terjadinya sesuatu, gampang sekali menjudge dengan keyakinan yang kuat? apa yang salah? apa memang aku tidak disukai?
Entahlah, aku hany mencoba berpikir positif dan membiarkan saja. Percuma ketika mengatakan yang sebenarnya dianggap alasan, ketika diam dianggap begitulah kenyataanya. Memang tempat terbaiknya kembali adalah Allah.
sedikitpun aku tidka akan membenci mereka. Biarlah sesuka hati meau menyebarkan fitnah apapun, yang penting Allah dan Orang tua lebih mengerti dibanding mereka.
Tetap ku dakwahkan kebaikan ini dengan caraku, yang mungkin bagi mereka tidka pantas. aku mendekati dan memiliki teman dari elemen manapun. temanku dari yang alim ampe yang merokok bahkan peminum aku sempat punya. bercerita dan sharing secara tidak langsung dengan atheispun sudah dirasakan. ketika menjadi sebuah kelompok yang di dalamnya orang yang menyukai muik dan gayanya yang nyentrik banyak.
Aku suka memakai gamis terkadang. Namun pandangan mereka seolah aku ini bukan kelompok mereka, namun itu tidak terjadi di kelompok umum yang aku memiliki hubungan pertemanan dengan mereka. Tak ada pandangan tentang pakaian, sikap ramahku dan gampang bercerita membuat keadaan santai dan bersahabat. Bahkan sekarang temanku mulai mendapatkan hidayah dan aku sangat bersyukur.
Beberapa waktu lalu, tepat di hari jumat beliau sms
"sam, ambo numpang istirahat yo, terus numpang mandi n sholat dhuha yo"
Aku sampai tak bisa menjawab banyak. Aku bersyukur, dan selama dua hari mungkin kamar engan buku berantakan menjadi bacaanya juga ya, he. dan sampai hari ini beliau semakin mengupgrade dirinya untuk berubah, kupinjamkan bukuku seadanya yang bisa menjadi bacaanya tentang keisslaman secara lebih.
Ya inilah dakwahku. aku tidak bisa menjadi pendiam atau orang yang cool. Aku memang jahil dan periang, aku gampang berceloteh bercerita dan melucu, dan dakwahkupun tidak seperti kalian yang dengan gampang mengaji dan lainnya. aku tidak punya binaan, tapi aku membangun hubungan dengan banyak teman, Dengan cara yang nyaman memberi pengertian. Hafalanku tidak banyak, namun aku mencoba untuk tetap mengajak.
Buat semua fitnahan yang 90 persen hampir tidak benar, terimakasih, karena aku yakin Ujian adalah sebuah cerminan dari tingkatan Iman.
#inidakwahku #berkaryacaraku
Langkah awal memang berat. mencapai sebuah impian dan kesuksesan tidaklah sebentar. sebuah proses adalah penentu yang sangat penting.
menjadi seorang motivator dan penulis sebuah impian yang dulu hanya bisa dibayangkan dan kusenyumi sendiri. tapi sekarang rangkaian senyuman itu menjadi senyum yang lebih lebar.
Perlahan tapi pasti, langkah demi langkah ku rajut untuk menuai semua itu.
Yah, masih sedikit sih, tapi inilah awal dan proses. jika dulu masih sebatas MC dan Moderator, sekarang sudah bisa menjadi pembicara di beberapa tempat.
Yang dulu mengagumi banyak penulis, sekarang udah merasakan jadi penulis.
KARENA PROSES ITU INDAH JIKA DILALUI DENGAN SENYUMAN.
menjadi seorang motivator dan penulis sebuah impian yang dulu hanya bisa dibayangkan dan kusenyumi sendiri. tapi sekarang rangkaian senyuman itu menjadi senyum yang lebih lebar.
Perlahan tapi pasti, langkah demi langkah ku rajut untuk menuai semua itu.
Yah, masih sedikit sih, tapi inilah awal dan proses. jika dulu masih sebatas MC dan Moderator, sekarang sudah bisa menjadi pembicara di beberapa tempat.
Yang dulu mengagumi banyak penulis, sekarang udah merasakan jadi penulis.
KARENA PROSES ITU INDAH JIKA DILALUI DENGAN SENYUMAN.
Ketika
Cinta Memanggilmu
Kemuliaan hidup di
dalam naungan illahi
Sepi dan sunyi dalam
harap menjadi suci
Mencari cinta di balik
kepekatan dusta
Aku memang bukan yang
sempurna
Tapi aku bisa
melengkapi apa yang tiada
Tak ada hidup yang tak
bernoda
Tak ada putih tanpa
hitam
Menapak sejenak dalam
perjalanan hidupku
Ketegaran khadijah
kesabaran Aisyah
Menjadi wanita dalam
kemurnian-Mu
Ku
lihat bait-bait puisi yang ku tulis dua tahun silam. Masih jelas kenanganku
tentang masa itu, seorang laki-laki yang mengungkapkan perasaannya kepadaku.
Aku yang baru mencapai masa dewasaku hanya terpaku menerima kebenaran yang
keluar dari mulut sang laki-laki itu.
Aisyah
Nurul Khadijah, sebuah nama pemberian orang tuaku kepadaku. Entah atas dasar apa sehingga nama ini yang
menjdi identitasku saat ini. Dua nama istri rasulullah yang mulia, yang
membuatku berpikir, apa aku pantas menyandang nama ini.
Masih
dalam termenung ku melihat laut pantai panjang yang begitu indah. Ku nikmati
deburan ombak yang begitu bebas mengekspresikan airnya, berbeda dengan diriku
yang masih terbelenggu dalam perasaan yang tak menentu. Subhanallah, Allah
lebih tahu yang akan di butuhkan oleh hamba-hambanya.
“kak
aisyah... pulang yuk...”
Si
kecil Nabila mengagetkanku, ternyata waktu sudah sore dan aku harus segera
pulang.
“iya,
Nabila. Udah main airnya ? “
“udah
kak, asyik kak tapi capek, sekarang nabila pengen bobo di rumah”
“ya
udah, yuk kita pulang, biar Nabila bisa bobo di rumah”
“oke
kak, tapi beli es krim dulu ya kak”
“lho
tadi kan udah makan bakso dua mangkok, sama es kelapa tiga gelas, masa mau es
krim lagi?”
“untuk
dirumah, mau ya kak ya, kak aisyah cantik deh...”
“kamu
ni, masih kecil udah bisa merayu, ya udah, kita beli buat ummi, abi, dan mas
fajar sekalian”
“hore...
kak aisyah emang keren”
Tiap
sore aku harus menemani adik kecilku ke pantai untuk bermain. Adikku mempunyai
penyakit yang aku tidak tahu apa namanya, tapi yang pasti dia tidak boleh di
biarkan berfikir keras, atau dia akan pingsan. Mudah-mudahan Allah selalu
melindungimu adikku, amiin.
*****
“Assalamualaikum...”
“Walaikumsalam,
maaf dengan siapa ya?”
“ini
dengan ukhti Aisyah Nurul Khadijah?”
“iya,
afwan dengan siapa ya?”
“ini
akhi Yusuf, afwan kalo mengganggu ukh, mau ketemu besok di kantin, ada hal
penting, jazakillah ukh.”
Tut...tut...tut...
Ada
apa dengan Yusuf pikirku, pertama kalinya dia menghubungiku, dan langsung
membuat panik dengan nadanya yang mengagetkanku. Laki-laki yang begitu menjaga
dirinya dengan lawan jenis itu tiba-tiba menelponku dan memberikan berita yang
membuat berpikir. Mudah-mudahan semua tetap dalam lindungan Allah.
Kembali
aku tertegun dalam renunganku, ketika lantunan suci ayat al-quran yang kubaca
begitu terasa dalam. Terjemahan surat Ali ‘Imran ayat 91 membuatku berfikir
tentang diriku yang masih banyak bergelimang dosa, apa aku bisa menjadi semulia
aisyah dan khadijah seperti namaku.
“sungguh,
orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima
(tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas separuh bumi,
sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang
mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.(Ali ‘imran, 3:91)”
*****
Di
kampus hijau ku tunggu Yusuf dtempat seperti yang di inginkan sebelumnya.
Ku lihat Yusuf bersama seorang muslimah
dengan jilbab panjang biru muda di padu gamis pink, begitu anggun dan
cantik.tapi aku bertanya-tanya siapa dia, pacarnyakah? Tidak mungkin pikirku.
Ku tepis pikiran negatif itu.
“Assalamualaikum,
afwan lama nunggu ya...”
“Waalaikumsalam,
gx juga . Ada perlu apa?”
“kenalin
ini mba’ ku, Annisa Zakiyyah “
“oh
iya, ana Aisyah Nurul Khadijah, mba’ salam kenal”
“subhanallah
bagus sekali namanya, mudah-mudahan jadi mulia seperti istri rasulullah ya “
Deg,
agak malu rasanya di puji seperti itu, tapi aku juga mengaminkan didalam
hatiku.
“eh
iya, jadi ada perlu apa akhi?”
“hm,
biar mba’ ku aja yang ngomong ya, aku ada perlu, mau nemuin dosen bimbingan
skripsi, gx apa ya, afwan, assalamualaikum”
Tingkahnya
membuat aku bingung, tapi ya aku juga tidak marah.
“dek
aisyah, mba’ mau jelasin kenapa kamu di ajak ketemu kesini, mba’ mewakilin
keluarga dan Yusuf, mau mengkhitbah kamu untuk menjadi pendamping adek mba’ si
Yusuf”
Masyaallah,
apa ini ya Allah, cobaan atau ujiankah. Apa aku siap dengan ini, dan bisakah
aku menjadi semulia dan setia seperti khadijah dan aisyah. Air mata ini terasa
ingin tumpah.
“dek,
ada apa? Tidak usah langsung di jawab, boleh kamu pikirin dulu. Kamu kan juga
udah semester akhir, jadi mba’ dan keluarga insyaallah setuju dan menerima.”
“iya
mba’ ”
Aku
tak bisa berkata-kata lagi, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, andai
ummi ku masih hidup tentunya beliau bisa memberikanku jalan keluar. Sekarang
abiku menikah dengan seorang muslimah lain, memang dia baik, tapi tetap tidak
bisa menggantikan sosok ummiku, dan Nabila adalah anak yang di bawa oleh Ummi
tiriku.
“ya
udah mba’ pamit dulu ya, mba’ berharap kamu bisa memikirkan ini baik-baik,
assalamualaikum”
“
waalaikumsalam...”
*****
Aku terbangun dan aku tidak tahu berada dimana.
Aku lihat sekeliling dan sepertinya aku berada di rumah sakit. Jadi
bayangan-bayangan tadi di dalam mimpiku. Aku seperti baru saja benar-benar
mengalaminya.
“kak
aisyah udah bangun, ummi,abi, mas fajar, kak aisyah udah bangun”
“Nabila,
udah berapa hari kakak disini?”
“kamu
udah seminggu koma aisyah” tiba-tiba abiku masuk ke dalam ruangan
Masyaallah,
apa yang terjadi hingga aku koma begitu lama.
“kenapa
Aisyah bisa dirumah sakit bi?”
“kamu
di tabrak mobil truk dan langsung tidak sadarkan diri, temanmu Yusuf yang
memberitahukan kejadian ini”
Aku
langsung ingat. Bayangan terakhir dalam mimpiku itu adalah hari dimana aku
kecelakaan.
*****
Alhamdulillah
sudah tiga hari aku siuman dan sudah bisa menikmati nafasku seperti biasanya,
tapi masih di atas tempat tidur, karena kakiku patah dan belum bisa digerakkan.
Sambil melihat pemandangan di luar, ku goreskan beberapa bait puisi singkat.
Jantungku
tiba-tiba terasa sakit, sangat pedih, dan tiba-tiba terbayang wajah Yusuf. Ku
teringat dia yang mengkhitbah melalui mba’nya beberapa waktu lalu. Belum sempat
ku beritahu orang tuaku. Aku setuju dan ingin menjadi Khadijah dan Aisyah untuknya, tapi sekarang aku sudah merasa
tidak kuat.
Ku
ucapkan dua kalimat syahadat, kulihat beberapa dokter, keluargaku dan keluarga
yusuf masuk ke kamar, dan itu yang kulihat terakhir. Tiba-tiba sebuah bayangan
putih mendekat, dan memanggilku untuk ikut bersamanya. Aku merasakan
ketenangan, terasa sebuah cinta yang begitu damai, Allah memanggilku karena
cinta yang mulia.
Ku ingin menjadi semulia
Khadijah yang selalu mendampingi rasulullah dalam hidupnya, dan kemuliaan
Aisyah yang menjaga rasulullah hingga Rasulullah meninggalkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)





- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact